
Pelatihan bersertifikasi tingkat internasional yang diselenggarakan Academy American Project of Management (AAPM) itu membekali peserta kompetensi perencana keuangan yang diakui global.
Jakarta — Empat belas profesional dari Kantor PLN Pusat baru saja mengikuti pelatihan persiapan ujian kompetensi internasional Master Financial Planner yang diselenggarakan oleh Academy American Project of Management (AAPM). Selama program berlangsung, para peserta dibimbing langsung oleh Prof. Dr. Ahmad Subagyo — seorang Guru Besar dan praktisi keuangan berskala internasional — untuk menguasai kompetensi perencanaan keuangan yang diakui secara global dan melayani kebutuhan perencanaan finansial yang semakin kompleks.
Master Financial Planner merupakan kredensial profesional berstandar internasional yang menguji komprehensi seseorang dalam menyusun rencana keuangan menyeluruh — mulai dari manajemen arus kas, perencanaan asuransi dan pensiun, investasi, hingga perencanaan pajak dan warisan. Sebagai penyelenggara, AAPM (Academy American Project of Management) dikenal sebagai lembaga sertifikasi profesi berskala internasional, sehingga setiap peserta yang lulus ujian kompetensi berhak menggantungkan kredensial setara global di belakang namanya.
Kredibilitas instruktur menjadi kunci pada pelatihan setingkat ini. Prof. Dr. Ahmad Subagyo membawa bekal akademis dan praktis yang langka. Selain Guru Besar dan Wakil Rektor Bidang Riset, Advokasi, dan Promosi IKOPIN University, ia tercatat sebagai konsultan pada lembaga internasional kelas dunia: Asian Development Bank (ADB), World Bank, USAID, hingga International Labour Organization (ILO). Ia juga Komisaris Independen PT Akulaku Finance Indonesia dan PT Asuransi Takaful Umum, serta Ketua Umum Indonesia Micro Finance Experts Association (IMFEA). Rekam jejak lintas dunia akademik, lembaga multilateral, dan industri keuangan itulah yang menjadikannya layak memfasilitasi para profesional PLN menuju kredensial internasional.
Materi pelatihan disusun dalam enam modul komprehensif. Modul I mengantarkan peserta pada pengenalan perencanaan keuangan — proses enam langkah, etika profesi, matematika keuangan (nilai waktu uang), laporan keuangan pribadi, hingga manajemen arus kas dan utang. Modul II membahas manajemen risiko dan perencanaan asuransi, mencakup asuransi jiwa, kesehatan, properti, produk anuitas, serta regulasi asuransi. Modul III menyentuh perencanaan pensiun dan manfaat karyawan — rencana manfaat pasti, rencana kontribusi pasti, dana pensiun, hingga analisis kebutuhan pensiun.
Modul IV mengupas perencanaan investasi, meliputi instrumen investasi, strategi alokasi aset, dan regulasi penasihat keuangan. Modul V menyelami perencanaan pajak dan warisan, termasuk strategi pajak, trust, serta transfer kekayaan antargenerasi. Terakhir, Modul VI membahas rencana keuangan lanjutan — integrasi menyeluruh, studi kasus, hingga topik valuta asing dan khusus. Rangkaian ini dirancang agar peserta tidak hanya menguasai teori, tetapi mampu menyusun rencana keuangan terpadu layaknya seorang perencana profesional bersertifikasi.
Metode pelatihan bersifat interaktif dan aplikatif. Ahmad Subagyo menggabungkan paparan konsep yang ringkas dengan latihan berbasis kasus nyata, sehingga peserta berlatih menghitung, menganalisis, dan menyusun rencana secara langsung. Pemahaman peserta diukur melalui pre-test dan post-test berbasis sistem manajemen pembelajaran (LMS), dengan ambang kelulusan ketat. Pendekatan ini memastikan kompetensi yang terukur dan terdokumentasi, bukan sekadar kehadiran di kelas.
Kehadiran 17 peserta dari Kantor PLN Pusat memberi konteks tersendiri. Sebagai BUMN energi terbesar dengan jutaan pelanggan, PLN menuntut sumber daya manusianya tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga melek finansial. Kompetensi Master Financial Planner menjadi relevan bagi para profesional yang menangani perencanaan keuangan, manajemen risiko, dan pengelolaan aset perusahaan. Dengan bekal pelatihan ini, mereka diharapkan mampu mengelola keuangan secara lebih strategis, hati-hati terhadap risiko, dan berstandar internasional.
Bagi Ahmad Subagyo, pelatihan ini menegaskan perannya sebagai jembatan antara standar kompetensi global dan praktik di tanah air. Melalui AAPM, ia membawa kualitas pelatihan bersertifikasi internasional langsung ke tangan para profesional Indonesia — kali ini dari BUMN energi. Lebih dari sekadar menempuh ujian, 17 peserta PLN Pusat dibekali fondasi kuat untuk meraih kredensial yang diakui dunia. (***

























Speak Your Mind