Rakornas Badan Khusus dan Lembaga Teknis DEWAN KOPERASI INDONESIA

Menjadi Narasumber Dalam Rakornas

Rakornas Badan Khusus dan Lembaga Teknis
DEWAN KOPERASI INDONESIA
Cirebon 29 Maret 2016

Berikut materinya silahkan di download : Presentasi  – Rekomendasi Bank Dunia Coop sector

Berikut sebagian dokumentasinya..

foto narsum di dekopin 30maret2016

narsum dekopin 30 maret

narsum

TRAINING FINANCIAL MANAGEMENT AND DECISION MAKING

TELAH DILAKSANAKAN TRAINING FINANCIAL MANAGEMENT AND DECISION MAKING
DI ASTON HOTEL SIMPATUPANG JAKSEL.

Kegiatan ini diikuti oleh Staf dan Pimpinan Lembaga Sandi Negara sebanyak 21 Orang.
Berikut ini sebagaian Materi diberikan kepada Peserta Training, silakan jika anda berminat untuk mengunduhnya!

  1. Narasumber
  2. Investment valuation strategic

 

concern

concern

penutupan

penyeerahan sertifikat

penyeerahan sertifikat

trainer beraksi

SEMINAR NASIONAL PROSPEK DAN TANTANGAN KSP/USP

SEMINAR NASIONAL
PROSPEK DAN TANTANGAN KSP/USP

Hotel Pullman, 29 Maret 2016

Term of Reference

A. LATAR BELAKANG

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi di Indonesia, terutama dalam menggerakkan usaha masyarakat, menyediakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Sekitar 99,9 persen usaha di Indonesia masuk dalam kategori UMKM, dan kontribusinya dalam pembangunan dapat dilihat dari jumlahnya yang mencapai 96,9 persen dari total tenaga kerja di Indonesia dan sumbangan PDB sebesar 57,6 persen pada tahun 2013. Namun UMKM masih menghadapi banyak kendala, salah satunya yaitu akses ke layanan keuangan.
Peningkatan akses pada layanan keuangan bagi masyarakat miskin, dan UMKM merupakan upaya yang penting untuk mendukung pertumbuhan dan pembangunan ekonomi berkeadilan dan inklusif. Upaya ini juga menjadi bagian dari prioritas kebijakan dan program kerja Pemerintah saat ini.

Saat ini berbagai lembaga keuangan formal telah menyediakan layanan keuangan bagi UMKM, namun jangkauan layanannya masih terbatas. Di antara lembaga keuangan formal tersebut, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) serta Unit Simpan Pinjam (USP) koperasi diidentifikasi sebagai lembaga/unit layanan keuangan yang memiliki kemampuan untuk menjangkau populasi yang lebih besar, termasuk UMKM. Berdasarkan data tahun 2014, KSP/USP berjumlah sekitar 110 ribu di seluruh Indonesia dan melayani lebih dari 20 juta anggota. Sebagian besar pinjaman anggota KSP/USP diperkirakan disalurkan untuk modal usaha berskala mikro dan kecil. Potensi dan peluang untuk meningkatkan kemampuan dan jangkauan KSP/USP dalam melayani kebutuhan layanan keuangan bagi anggotanya, termasuk anggota yang merupakan usaha mikro dan kecil, masih cukup besar. Dengan posisinya yang cukup strategis dalam membangun sektor keuangan yang lebih inklusif di Indonesia, maka KSP/USP dianggap perlu untuk diperkuat agar mampu melayani kebutuhan keuangan UMKM di Indonesia.

Dalam rangka penguatan peran KSP/USP, Kementerian Koperasi dan UKM, Bappenas, dan Kantor Bank Dunia di Jakarta dengan dukungan SECO bekerja sama untuk melaksanakan Kajian tentang prospek dan tantangan KSP/USP (Konvensional maupun Syariah). Kajian ini bertujuan untuk mendukung kebijakan dan upaya Pemerintah Indonesia dalam menguatkan KSP/USP untuk dapat secara lebih baik melayani kebutuhan keuangan UMKM di Indonesia.

Kajian dilaksanakan dalam dua tahapan sebagai berikut:
Tahap 1: Studi kasus pemetaan model layanan (model bisnis) keuangan dan pengelolaan KSP/USP
Tahap 2: Pemetaan kebutuhan penguatan KSP/USP melalui survei pengurus/pengelola KSP/USP (supply side survey) dan survei anggota/calon anggota koperasi (demand side survey).
Kajian penyediaan difokuskan pada kerangka kebijakan dan pengawasan, tata kelola kelembagaan, dan infrastruktur penunjang KSP/USP. Pada sisi permintaan, kajian difokuskan pada karakteristik anggota dan calon anggota KSP/USP, jenis dan manfaat produk dan jasa KSP/USP, serta keterjangkauan dan kehandalan layanan KSP/USP.

Kedua tahapan kajian tersebut telah diselesaikan dan menghasilkan dokumen Technical Notes tentang model layanan keuangan dan pengelolaan KSP/USP, dan dokumen Usulan Rencana Aksi Penguatan KSP/USP. Dalam perjalanannya, hasil dari kegiatan kajian ini diantaranya juga telah memberikan masukan bagi berbagai kebijakan terkait KSP/USP, seperti dalam Dokumen Blueprint Pembiayaan Koperasi & UMKM serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019.

B. TUJUAN

Tujuan diselenggarakannya seminar ini adalah:
1. Mempublikasikan hasil kegiatan kajian tentang Penguatan dan Pemberdayaan KSP/USP;
2. Mempublikasikan usulan Rencana Aksi Penguatan dan Pemberdayaan KSP/USP;
3. Mempublikasikan dokumen Blueprint Pembiayaan Koperasi & Usaha Kecil Menengah (UKM) ; dan
4. Knowledge sharing, berupa paparan yang terkait dengan kebijakan penguatan KSP/USP serta isu-isu utama yang dihadapi dari sisi tata kelola & pengelolaan, perluasan jangkauan, serta pengawasan dan infrastruktur penunjang lainnya.

C. MATERI YANG DISIAPKAN NARASUMBER
Paparan yang akan disampaikan narasumber merupakan bagian dari Sesi 3 tentang “Isu-isu Utama Penguatan KSP/USP”.

Topik yang disampaikan berkaitan infrastruktur penunjang yang selama ini sudah berjalan bagi Lembaga Keuangan (seperti perbankan ataupun lembaga keuangan lainnya), yang dapat digunakan sebagai pembelajaran untuk penguatan layanan KSP/USP.

Lebih jauh lagi Narasumber juga diharapkan dapat memberikan paparan terkait dengan bentuk dan peran infrastruktur penunjang seperti apa yang dibutuhkan oleh KSP/USP untuk memperkuat layanannya, mencakup mekanisme pembentukannya, mekanisme operasionalisasinya, serta sumber dan pola pembiayannnya.

Infrastruktur penunjang yang dimaksud meliputi:
· APEX
· Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
· Pendidikan
· Asosiasi
· Biro Kredit

Waktu yang tersedia untuk memberikan paparan yaitu sekitar 30 (tiga puluh) menit.

D.PARTISIPAN/PESERTA

Kegiatan seminar ini akan mengundang lebih dari 200 partisipan yang mewakili institusi berikut:
1. Kementerian/Lembaga
2. Pemerintah Daerah
3. Praktisi dan pemerhati perkoperasian
4. Koperasi primer/sekunder/tersier
5. Perbankan
6. Universitas
7. Lembaga Internasional
8. Lembaga Lainnya

E. WAKTU DAN TEMPAT
Seminar ini direncanakan akan dilakukan pada:

Waktu                   : 29 Maret 2016

                                  09.00 – 17.15

Tempat                 :  Grand Ballroom Hotel Pullman

                                   Jl. M.H Thamrin No. 59 Jakarta Pusat

 

 

 

F. AGENDA

Waktu

Acara

Pembicara/PIC

08.00 – 09.00

Pendaftaran

09.00 – 09.10

Welcoming  Remarks

Bp. Braman Setyo

Deputi Pembiayaan Kementerian
Koperasi & UKM

09.10 – 09.20

Opening

SECO

09.20 – 09.30

 

WB

09.30- 09.40

Key Note Speech

Menteri Koperasi &
UKM

09.40 – 10.00             Coffee
break

Press Conference

SESI 1

Arah dan Kebijakan Pengembangan
KSP/USP di Indonesia
 

Moderator

Ibu Rosdiana Sipayung

Kemenkop UKM

10.00 -10.30

 

Kerangka Kebijakan Pengembangan KSP/USP dalam RPJMN 2015-2019

Ibu Rahma Iryanti

Deputi bidang
Kependudukan & Ketenagakerjaan, Bappenas

10.30– 11.10

 

 

Prospek dan Tantangan
Pengembangan KSP/USP

saat ini

Bp. Braman Setyo

Deputi Pembiayaan
Kementerian Koperasi & UKM 

SESI 2

Hasil Kajian tentang  Penguatan dan Pemberdayaan KSP/USP

 

11.10 – 12.10

Hasil Kajian Penguatan dan
Pemberdayaan KSP/USP

Bp. Djauhari Sitorus
& Tim

Senior Financial Sector
Specialist, WBOJ

12.10 – 13.10

Makan Siang

SESI 3

Isu-isu Utama Penguatan
KSP/USP

Moderator

Ibu Dian Elvira Rosa

SECO

13.10 – 13.40

Tata Kelola dan Pengelolaan
KSP/USP

Bp. Ahmad Djunaedi

Peneliti

Kementerian Koperasi & UKM

13.40 -14.10

Perluasan Jangkauan KSP/USP

Bp. Pariaman Sinaga

Staf Ahli Menteri Koperasi
& UKM

14.10 – 14.40

Pengawasan KSP/USP di
Indonesia

Bp. Meliadi Sembiring

Deputi  bidang
Pengawasan Koperasi, Kement
erian Koperasi& UKM

14.40 – 15.30

 Infrastruktur Penunjang
KSP/USP

 

15.30

Coffee break (disajikan)

 

15.30 – 16.00

Diskusi/Tanya Jawab

 

SESI 4

Usulan Rencana Aksi Penguatan
dan Pemberdayaan
KSP/USP

Moderator

Bp. Adhi Putra Alfian

Direktur Pemberdayaan Koperasi
& UKM Bappenas

16.00 – 16.30

Usulan Rencana Aksi Penguatan
& Pemberdayaan  KSP/USP

Bp. Ahmad Subagyo

(anggota Tim Kajian WB)

16.30 – 17.00

Paparan Blueprint
Pembiayaan Koperasi & UKM

Bp. Tamim Saefudin

Asdep Pembiayaan Syariah,
Kementerian Koperasi  & UKM

17.00 17.15

Kesimpulan &
Penutup

 

Ditandai dengan
penyerahan Draft Laporan Hasil Kajian & U
sulan
Rencana Aksi Penguatan KSP/USP dari
pihak WB (Bp. Djauhari Sitorus) kepada Kemen
terian
Koperasi & UKM
(Bp. Ahmad Hussein dan Bp. Tamim Saefudin) dan Bappenas (Bp. Adhi Putera Alfian)

Bp. Adhi Putra Alfian

Direktur Pemberdayaan Koperasi
& UKM Bappenas

 

 

Berikut sebagian materi yang bisa diunduh
Materi 1
Materi 2

Berikut sebagian dokumentasinya

bagyo

banner seminar

presentasi bagyo

presenter wb

presenter

WORKSHOP MODAL PENYERTAAN KOPERASI

TELAH DILAKSANAKAN WORKSHOP MODAL PENYERTAAN KOPERASI
DI HOTEL RAMADA BALI SUNSET ROAD KOTA, DENPASAR BALI
23-24 MARET 2016

URGENSI MODAL PENYERTAAN UNTUK PENGUATAN MODAL KOPERASI

Berdasarkan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM No. 145/Menkop/1998, penanaman modal penyertaan dapat diperoleh dari pemerintah, dunia usaha dan badan usaha Iainnya baik yang berkedudukan di dalam negeri maupun di luar negeri, serta dari masyarakat umum. Upaya pemerintah untuk menggalakkan Koperasi memanfaatkan modal penyertaan sebagai salah satu alternative pembiayaan usaha Koperasi, perlu di dukung dengan pelaksanaan pengawasan yang effektif. Hal itu perlu dilakukan mengingat beberapa pertimbangan, bahwa :
1) masih banyak koperasi yang belum memahami mengenai modal penyertaan,
2) masih adanya salah interpretasi pada Koperasi dalam memaknai penerbitan modal penyertaan,
3) terdapat Koperasi yang bermasalah dengan modal penyertaan yang mereka terbitkan sehingga ada yang harus berhadapan dengan penegakkan hukum.

Memperhatikan pemanfaatan modal penyertaan merupakan kegiatan yang mengandung risiko, mengimplikasikan kebutuhan akan sebuah pengawasan yang intensif dan terintegrasi dari Pembina Koperasi terhadap penerbitan dan pengelolaan modal penyertaan, meliputi pembinaan, pemantauan, pemeriksaan dan penilaian kesehatan Koperasi dengan dukungan instrument pelaksanaan kerja yang mampu menilai kelayakan dan keterpenuhan persyaratan materiil dalam penerbitan modal penyertaan agar keseluruhan kegiatan terkait modal penyertaan terselenggara secara teratur dan akuntabel serta mampu mewujudkan pertumbuhan usaha Koperasi secara berkelanjutan sekaligus melindungi kepentingan Koperasi dan Pemodal.

Berikut ini modul diklat tentang Modal Penyertaan
1. Selekta kapita Modal Penyertaan
2. Implementasi Modal Penyertaan
3. Instrumen Advokasi Modal Penyertaan
Semoga bermanfaat!!!

pembukaan

pemaparan

aksi nara sumber

WORKSHOP MANAJEMEN RISIKO KREDIT

Workshop ini telah dilaksanakan di Hotel Santika Premiere, Slipi Jakarta
Pada tanggal 7-8 Maret 2016

Pesertanya berasal dari:
1. Bank Mayapada
2. Bank Banten dan Jawa Barat
3. BPRS Harta Insan Karimah (HIK)

Latar Belakang

Perlambatan pertumbuhan ekonomi telah terjadi sejak tahun lalu dan terus berlanjut sampai kini, bahkan diprediksi akan berlangsung lebih lama dibandingkan “krisis” 1998 dan 2008. Dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD, hampir seluruh industri yang memiliki kandungan material impor mengalami keterpurukan. Dampak lanjutnya tingkat pengangguran meningkat akibat angkatan kerja tak terserap dunia kerja dan sementara para pekerja kehilangan pekerjaannya akibat Perusahaan yang gulung tikar. Secara agregat terjadi penurunan daya beli masyarakat yang menyebabkan sektor UKM juga mengalami kemandegan bahkan juga kebangkrutan.

Kondisi semacam ini jelas mengancam tingkat pengembalian pinjaman oleh debitur kepada krediturnya. Di awal semester kedua tahun 2015 lalu tingkat rata-rata NPL perbankan di sektor mikro sudah melaju melebih angka 5%. Lampu merah bagi kinerja perbankan kita, jika akhir tahun tidak mampu memperbaikinya. Tidak hanya perbankan namun juga terjadi di lingkungan Koperasi simpan Pinjam (KSP/USP) di seluruh Indonesia.

Langkah-langkah strategis dan sistematis perlu dilakukan agar tidak terlambat dan makin memburuk. Organ lembaga yang berperan sangat penting dalam mencegah terjadinya kenaikan NPL adalah bagian “kredit” mulai dari staf kredit hingga manajernya. Pengetahuan dan ketrampilan tentang menangani kredit bermasalah menjadi sangat “URGENT”. Tanpa dilandasi pengetahuan dan ketrampilan yang baik, penanganan kredit bermasalah justru dapat mengakibatkan kondisi yang kontraproduktif.
Kesalahan dan kekeliruan penanganan kredit bermasalah tidak hanya berdampak jangka pendek tapi juga jangka panjang. Jangka pendek jika debitur gagal bayar akan langsung meningkatkan NPL dan jangka panjang berpotensi kehilangan debitur potensial akibat salah penanganan.

Adapun Outline Workshop meliputi:
1. Fundamental Credit Risk
2. Five C’s of Credit Analysis
3. Analisa Rekening
4. Financial statement Analysis
5. Qualitative Analysis
6. Writing an Efective Credit report
7. Monitoring
8. Debt Management
9. Case Study

Berikut sebagaian dokumentasinya

Terima kasih atas partisipasi Anda

bersama

gabungan

hadiah

situasi training

tiem BJB