Berikut E-book dan Materi CRM Beserta Referensinya

Berikut ini adalah ebook-ebook yang dapat di download

1. Enterprise Risk Management Models
2. Butterworth-Heinemann,.Credit Risk – From Transaction to Portfolio Management
3. Case study Risk banking management
4. Financial Options in Islamic Contracts Potential Tools for Risk Management
5. Credit risk management modul
6. Analyzing Banking Risk A Framework for Assessing Corporate Governance and Financial Risk Management

Semoga bermanfaat

Analisis Pembiayaan Sindikasi Korporasi Berbasis Syariah

ANALISIS PEMBIAYAAN SINDIKASI

KORPORASI BERBASIS SYARIAH

Telah dilaksanakan di Hotel Ibis Arcadia, Jakarta

22-24 Maret 2017

Diikuti oleh Pimpinan dan Kabag di lingkungan Bank Nagari-Sumbar

Industri keuangan syariah di Indonesia yang saat ini menduduki urutan keempat dunia (berdasarkan hasil survey Islamic Finance Country Index dari Global Islamic Finance Report tahun 2011 yang dikeluarkan oleh BMD Islamic, selaku lembaga konsultan bisnis dan manajemen termuka yang berbasis di London – KOMPAS.com, Kamis, 13 Oktober 2011) menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun terhadap industri perbankan dan keuangan syariah di tanah air.

Sejak berkembangnya perbankan syariah di tanah air awal abad ke 20, berbagai macam upaya terus ditempuh oleh berbagai kalangan untuk terus menumbuh kembangkan industri perbankan dan keuangan syariah di Indonesia. Upaya ini ditujukan agar peringkat dan reputasi sebagai negara dengan populasi masyarakat yang kebanyakan muslim dapat seiring dengan pertumbuhan ekonomi syariahnya, termasuk terus meningkatkan pola pembiayaan syariah terhadap Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS).

Banyak strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan asset perbankan syariah. Salah satunya adalah mengembangkan pembiayaan ke sektor korporasi. Pembiayaan ke korporasi yang relatif besar  memang akan memberikan peluang keuntungan yang besar, namun di sisi lain juga mengandung risiko yang besar (high risk high return), maka salah satu strategi yang bisa dilakukan perbankan syariah agar lebih aman memasuki sektor korporasi tersebut adalah dengan menerapkan pembiayaan sindikasi (sindication financing), yakni pembiayaaan yang diberikan kepada satu mudharib atau debitur oleh bank-bank yang tergabung dalam satu kerjasama atau konsorsium (musyarakah). Sindikasi ini dapat dilakukan sesame bank syariah dan juga bersama bank konvensional. Beberapa waktu lalu bank konvensional pernah mengajak bank syariah untuk ikut dalam sebuah pembiayaan sindikasi di mana leadernya adalah konvensional, Hal ini bisa dilaukan sepanjang tidak melanggar prinsip syariah dengan pemisahan dan pembatasan aspek tertentu.

OBJECTIVES

Untuk meningkatkan kompetensi pegawai/staff dalam melakukan pembiayaan. Karena produk pembiayaan merupakan bisnis utama perbankan syariah dalam usaha mendapatkan keuntungan, dibutuhkan skill dan kompetensi yang memadai untuk dapat melakukan berbagai analisis pembiayaan dengan tepat dan sesuai dengan syariah. Pola pembiayaan syariah tersebut dapat berupa pembiayaan skala besar dan jangka panjang, pembiayaan korporasi, dan pembiayaan sindikasi yang bersinergi dengan perbankan syariah lainnya.

COURSE OUTLINE

         Skema Pembiayaan Komersial dan Korporasi

         Analisis Aspek Pembiayaan

         Review Paket Pembiayaan

         Developer Financing

         Penyusunan Proposal Pembiayaan

         Studi Kasus serta Kajian Ketentuan Bank Indonesia tentang Pembiayaan.

Berikut materi yang dapat diunduh

1. Pembiayaan sindikasi fatwa MUI
2. Manajemen pembiayaan sindikasi

Berikut Dokumentasinya

Bagyo bersama bank nagari

bersama bank nagari

narsum dan peserta

narsum dengan bank nagari

MENJADI NARA SUMBER TUNGGAL DALAM WORKSHOP SATGAS PENGAWASAN KOPERASI KEMENTERIAN KOPERASI DAN UMKM RI

KEUNIKAN USAHA SIMPAN PINJAM OLEH KOPERASI

  • Koperasi yang memiliki kegiatan usaha di sektor perdagangan akan mendapatkan dukungan pembinaan dari Kementerian Perdagangan; contoh: Koperasi Pasar (KOPPAS)
  • Koperasi yang memiliki kegiatan usaha di sektor pertanian akan mendapatkan dukungan pembinaan dari Kementerian Pertanian, contoh Koperasi Pertanian yang berasal dari Gapoktan;
  • Koperasi yang memiliki kegiatan usaha di sektor produksi akan mendapatkan dukungan pembinaan dari Kementerian Perindustrian, contoh Koperasi Produsen Tahu Tempe, dan sebagainya;
  • Koperasi yang memiliki kegiatan usaha di sektor Teknologi Informasi akan mendapatkan dukungan pembinaan dari Kemenkominfo, contoh Koperasi Digital Indonesia, dan sebagainya;
  • Koperasi yang memiliki kegiatan usaha di sektor usaha simpan pinjam mendapatkan dukungan pembinaan dan pengawasan dari Kemenkop

MENGAPA USAHA SIMPAN PINJAM OLEH KOPERASI PERLU DI-AWASI???

  1. KOPERASI yang melakukan kegiatan usaha Simpan Pinjam mendapatkan previllage dari Pemerintah:
    1. Mendapatkan keringanan pajak atas pendapatan sisa hasil usaha;
    2. Mendapatkan pembinaan dari Regulator;
    3. Mendapatkan kesempatan untuk memperoleh dukungan yang menggunakan Anggaran Negara (APBN);
    4. Mendapatkan fasilitas perlindungan dari campur tangan (Intervensi) Otoritas Keuangan dan Otoritas Moneter dalam menjalankan usahanya;
  2. Usaha Simpan Pinjam pada hakekatnya adalah usaha jasa keuangan yang memiliki tingkat risiko tinggi karena karakteristik dari obyek utamanya yaitu “UANG” yang sifatnya “FAST MOVING”;
  3. Rawan terhadap penyalahgunaan lembaga untuk kepentingan “perseorangan”.

APA YANG PERLU DI-AWASI

Lembaga Penerapan prinsip koperasi sebagai pembeda (distingsi) antara badan hukum koperasi dengan badan hukum lainnya
Manajemen Penerapan prinsip manajemen untuk memastikan bahwa koperasi sedang menuju pada tujuan yang benar (on the track).
Bisnis Penerapan prinsip bisnis untuk mendorong adanya pertumbuhan dan kesinambungan usaha Koperasi itu sendiri.
Risiko Penerapan prinsip risiko dilaksanakan untuk melakukan berbagai antisipasi dan mitigasi terhadap potensi kerugian dan kegagalan baik usaha maupun lembaga “koperasi”.
Tata kelola Penerapan prinsip-prinsip GCG dilakukan untuk mengokohkan kedudukan Koperasi sebagai pelaku usaha yang sejajar dengan badan hukum lainnya.

Berikut materi yang dapat diunduh, Silabus modul satgas pengawasann

Berikut sebagian dokumentasinya

foto peserta

hari kedua workshop

narsum ahmad subagyo

peserta satgas

peserta workshop

Pelatihan Manajer Koperasi

*“PELATIHAN MANAJER KOPERASI”* “`[Cibodas, 17 – 19 Januari 2017]“`

*LATAR BELAKANG*
_Koperasi di negeri kita ini tak ubahnya seperti boneka kristal yang hanya elok untuk dipandang, tapi sangat rentan untuk dibuat mainan. Sangat rentannya, sehingga prinsip dasar koperasi yang agung dan luhur hanya dijadikan monumen dalam kaca tanpa mampu memberikan kemakmuran bersama. Koperasi di dalam buku teks pelajaran sekolah disebut sebagai soko guru ekonomi nasional, namun seperti kita lihat sekarang, ekonomi nasional lebih mirip sebagai ekonomi kapitalis daripada ekonomi koperasi (Trimudilah, 2006)._

_Koperasi sebagai bentuk badan usaha yang bergerak di bidang perekonomian mempunyai tatanan manajemen yang agak berbeda dengan badan usaha lainnya. Perbedaan tersebut bersumber dari hakikat manajemen koperasi yang dasar falsafahnya adalah dari, oleh, dan untuk anggota yang mencerminkan pelaksanaan falsafah demokrasi dalam dunia usaha yang menjadi ciri khas koperasi. Untuk itu, di dalam stuktur atau tatanan manajemen koperasi di indonesia di kenal adanya rapat anggota, pengurus dan badan pemeriksa dan manajer atau pelaksana utama (Ubaidillah, 2007)._

_Dilandasi dari hal diatas maka Pusat Pendidikan Manajer Koperasi (PPMKI)  sebagai lembaga pendidikan di bawah Asosiasi Manajer Koperasi Indonesia (AMKI) akan menggelar Training Pelatihan Manajer Koperasi Indonesia. Training ini akan membahas banyak hal terkait Koperasi dan Manajemen, Langkah dalam Pengambilan Keputusan, Manajer Kooperatif, Perencanaan dan Analisa Kebutuhan, Penganggaran dan Bisnis, dan tentunya tentang pelaporan dan Evaluasi Kinerja._

Berikut ini materi tentang proses penerbitan Modal Penyertaan Koperasi dan Mekanisme Pengawasannya, sebagaimana terlampir

  1. Modul Training – Modal penyertaan
  2. Modul Training – Pengawasan Modal Penyertaan

Berikut dokumentasinya

Foto peserta dan narsum

Seminar Kewirausahaan dan Koperasi Universitas Persada Indonesia

SEMINAR KEWIRAUSAHAAN DAN KOPERASI 

DI KAMPUS YAI JAKARTA

UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA 

Tema: Membangun Kedaulatan Ekonomi Rakyat

Kamis, 12 Januari 2017

Diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa FE Universitas Persada Indonesia. dihadiri kurang lebih 200 mahasiswa yang YAI.

Dalam seminar ini dipaparkan mengenai kondisi ekonomi dunia, ASEAN dan Indonesia, lalu masuk dalam proyeksi ekonomi Indonesia 2017 ….

Partisipasi masyarakat Indonesia dalam menggerakkan ekonomi dalam negeri porsinya makin mengecil, kekuatan modal asing makin membesar yang menunjukkan adanya menurunnya tingkat kedaulatan ekonomi bangsa ….

Lalu apa strategi nasional yang dapat dilakukan untuk kembali menguatkan kedaulatan ekonomi bangsa ini?

Di-kupas secara mendalam dalam materi seminar ini …

Berikut materi seminar, semoga bermanfaat : Download

Berikut sebagian dokumentasinya