TRAINING ENUMERATOR SURVEY PENGUATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM DAN UNIT SIMPAN PINJAM DI INDONESIA

Telah dilakukan Training untuk Enumerator survey anggota koperasi yang dilaksanakan pada tanggal 17-19 Nopember di Jogjakarta.  Training ini diikuti oleh 24 orang calon  enumerator survey yang akan dimobilisasi ke-7 Provinsi di Indonesia yaitu Prov. DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, NTT, Sulsel dan Sumut.

Kegiatan survey kepada anggota Koperasi ini merupakan rangkaian kegiatan yang sedang dilaksanakan oleh Bank Dunia yang bekerjasama dengan BAPPENAS dan KEMENKOP UMKM dengan tema “Memperkuat Akses Keuangan UMKM terhadap KSP/USP”.

Berikut ini, sebagaian materi training dan dokumentasi kegiatannya:

1. Materi Kapita Selekta KSP/USP

2. Foto Kegiatan

Kegiatan training ini dilanjutkan dengan praktek dan simulasi melalukan wawancara dan monev terhadap proses kegiatan wawancara.

berkunjung ke koperasi solidaritas

???????????????????????????????

ice breaker

tutorial 2

tutorial 3

tutorial koperasi 01

wawancara dg responden

CONSUMER LOAN TRAINING

CONSUMER LOAN TRAINING  

INTRODUCTION

Sektor konsumsi dewasa ini telah menjadi ladang yang sangat subur bagi industri perbankan di Indonesia. Peluang ini dimanfaatkan oleh industri perbankan untuk mengoptimalkan laba melalui salah satu produknya yang disebut dengan kredit konsumsi. Kredit konsumsi yang dimaksud adalah fasilitas kredit dari pihak bank untuk debitur yang digunakan secara langsung untuk pembelian barang-barang berupa rumah/kendaraan yang di gunakan secara langsung oleh debitur.

Selain pasar kredit konsumsi yang memang besar, pertumbuhan kredit konsumsi itu didorong oleh banyaknya bank yang memburu kue pasar konsumsi. Pasar konsumsi yang potensial ini tidak tergantung dari ukuran bank karena mayoritas bank besar hingga bank kecil menggarap pasar ini. Dengan menyalurkan kredit, bank bisa meraih pendapatan bunga (interest income). Macam-macam kredit yang umum dipasarkan untuk kredit konsumtif dari bank-bank yang beroperasi di Indonesia antara lain kredit tanpa agunan (KTA), kredit kepemilikan rumah (KPR), kredit kepemilikan mobil (KPM), kredit multiguna, dan kartu kredit.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan salah satu produk jasa perbankan selain Kredit Kepemilikan Kendaraan ((KKB). KPR yang dikucurkan perbankan di Indonesia dewasa ini terlihat mengalami pertumbuhan signifikan seiring dengan peningkatan kebutuhan rumah di berbagai daerah tanah air. Pada semester I 2014 lalu saja, KPR di sejumlah bank tercatat mendominasi pertumbuhan kredit konsumer.

Kendati kompetisinya sangat ketat, pasar pembiayaan properti masih menjadi kue lezat bagi perbankan. Tingginya permintaan yang disambut oleh pasokan pengembang dan dukungan suku bunga acuan BI (BI Rate) yang relatif rendah memacu tumbuhnya penyaluran kredit properti, terutama jenis kredit konsumsi. Kendati demikian, rasio pembiayaan perumahan melalui kredit di Indonesia terhitung masih rendah bila dibandingkan kondisi di luar negeri. Dengan pertumbuhan ekonomi mencapai rata-rata 6%, sambungnya, segmen perumahan akan tetap tumbuh bagus.  Oleh sebab itu, jelasnya, perlu adanya kerja sama dengan mitra pengembang dalam upaya meningkatkan penyaluran KPR pada masyarakat.

Oleh karenanya, pemahaman yang komprehensif akan pentingnya sektor properti  bagi dunia perbakan menjadi keharusan bagi para pelaku perbakan itu sendir.Conversa Indotama Consultant sebagai lembaga berbadan hukum yang kompeten dan independen berupaya memberikan konsep-konsep dan pemahaman terkait. Oleh karena itu dengan kapasitas yang dimiliki oleh Conversa Indotama dalam hal penyedia jasa training, kami bermaksud menawarkan kerjasama melalui kegiatan pelatihan dengan temaEfektif Loan Operation & Administration.

B.   BENTUK KEGIATAN

Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan secara in-house selama dua hari kerja (16 jam pertemuan efektif)

C.      TUJUAN PELATIHAN

Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta terkait prinsip-prinsip penyelenggaraan produk consumer loan yang disediakan oleh perbankan secara efektif dan berkelanjutan. Diharapkan setelah pelatihan ini peserta memiliki kompetensi dalam penerapan prosedur dan pelaksanaannyabaik secara operasional maupun administratif. Kegiatan training ini juga sangat bermanfaat sekali sebagai bahan pengetahuan serta sebagai alat banding antara teori dan praktek kerja di lapangan.

D.     SASARAN PESERTA PELATIHAN

Kegiatan pelatihan ini ditujukan untuk staff kredit yang terkait dengan fungsi Administrasi Kredit bank dan Consumer Funding pada level pelaksana hingga supervisor.

 

E.      MATERI PELATIHAN

Day 1

·         Prinsip Dasar Consumer Loan /Kredit Konsumsi Perbankan

·         Peraturan Menteri Perumahan Rakyat RI No. 08 Thn 2012 Tentang Perubahan Atas Permenpera No 05 Thn 2012 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Perumahan Melalui Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah Dengan Dukungan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan

·         Peraturan BI Tentang Finance to Value Pada Kredit Kepemilikan Rumah

·         Mekanisme Penyelenggaraan Kredit Kepemilikan Rumah

·         Metode Perhitungan Bunga KPR

·         Keunggulan Umum Fitur KPR serta Manfaat KPR bagi Nasabah

·         Aspek Infrastruktur dalam Penyaluran Kredit Kepemilijan Rumah

Day 2

·      Konsep Segmenting, Targeting, dan Positioning dalam Pemberian KPR oleh Bank

·      Aspek-aspek Penilaian Bank dan Konsep KYC sebagai Tindaklanjut Pengajuan KPR Oleh nasabah

·      Analisis Kelayakan Pemberian Kredit

·      proses administrasi penyelenggaraan KPRPerjanjian Kredit Bank dalam Penyaluran KPR

·      Pengelolaan dan Pengawasan Pengucuran Kredit

·      Mengantisipasi dan Menangani Kredit Bermasalah

·      Simulasi dan Evaluasi Akhir

F.      METODE PELATIHAN

Pelatihan in house training ini didesain khusus sesuai dengan kebutuhan perusahaan., khususnya dalam memahami pentingnya pengelolaan pelaksanaan pemberian kredit secara efektif. Untuk mendukung hal tersebut maka metode penyampaian pelatihan yang digunakan adalah Presentasi, Diskusi interaktif dan Pembahasan studi kasus dan Simulasi.

 

I.        TIM INSTRUKTUR

Dr. Ahmad Subagyo

Berikut ini sebagaian materi training dapat anda unduh!
Foto kegiatan training consumer loan bersama Senior auditor dan Credit Consumer BankOECB, Bank BTPN dan Bank Danamon Syariah yang dilaksanakan pada pertengahan Bulan Nopember 2014 di  88@kasablanka Building, Tower A, Lantai 38, Kota Kasablanka.
with participant
training view
serius menghadapi training
presentasi

TELAH TERBIT BUKU MANAJEMEN KOPERASI SIMPAN PINJAM

cover buku MKSP  29-8-14 fix
TELAH TERBIT BUKU MANAJEMEN KOPERASI SIMPAN PINJAM
Pertama di Indonesia
Buku yang mengupas tuntas Manajemen Koperasi Simpan Pinjam
Berisi teknik operasioanal pengelolaan Koperasi Simpan Pinjam
Buku ini mengkombinasikan teori dan praktek
Teori tentang Tata Kelola Organisasi yang Sehat dan Praktek tentang prinsip-prinsip Pengelolaan Usaha Simpan Pinjam di Indonesia
Buku ini berisi tentang:
Overview Koperasi Simpan Pinjam di Indonesia
Bab I      :  Pendahuluan

Bab II     : SOP Kelembagaan KSP/USP

Bab III   : SOP Pengelolaan KSP/USP

Bab IV   : SOP Manajemen Keuangan

Bab V    : Akuntansi KSP/USP

Bab VI   : SOP Penilaian Kesehatan KSP/USP

Bab VII  : Pedoman Pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT)

Dengan membaca dan menyimak Buku ini, Insya Allah pembaca akan mengetahui bagaimana mempraktekkan ilmu manajemen dalam organisasi “Koperasi SImpan Pinjam” di Indonesia?


Di-tulis oleh Praktisi – Peneliti Koperasi dan sekaligus Akademisi yang “concern” terhadap Koperasi di Indonesia
Segera dapatkan di Toko-Toko Buku terdekat Anda !!!

Business Forecasting Training

Telah dilaksanakan Business Forecasting Training

Di Hard Rock Hotel – Legian Bali

Tanggal 28-29 Oktober 2014

 

Diikuti oleh 7 Orang HR Kantor Pusat  PT. Bank BRI Tbk

 

DESKRIPSI 

Business Forecasting merupakansuatuusahauntukmendapatkaninformasibisnisdimasadepandanmerupakansuatubagian yang pentingdalamsuatu proses besarperencanaandanmanajemenbisnisterlebihdengankondisiduniabisnisyangtidakmenentuini. Suatu Business Forecastingsangatdiperlukanpelakubisnissebagaipanduan (guidance) untukbisamelangkahkedepan (future) karenahanyapelakubisnis yang bisamenguasaiinformasimasadepan yang bisamemenangkanpersainganbisnis.

Mengetahuiakanpentingnya business forecasting initerutamadibidang marketing dan finance makadiselenggarakanpelatihan ‘Business forecasting : Theory and practices for making and finance’ yang merupakansuatuusahauntukmengaplikasikanteori-teori forecasting dalambisnis. Pelatihan ini bertujuan agar para pelaku bisnis bisa mencari dan mendapatkan better information marketing and finance dimasa depan.

 

MATERI KURSUS

  1. Introduction to Business Forecasting and its benefit to company
  2. Teknik-teknik forecasting modern,
  3. Simple univariate methods
  4. Applied forecasting methods : causal models, subjective models, and time series models
  5. Teknik forecasting yang kompleks seperti ARIMA modeling,
  6. Forecasting in marketing
  7. Forecasting in finance dan teknik-teknik forecasting lainnya.

berikut salah satu materinya : download

 

narsum

 

klasikal tatap muka sessi =1

 

IMG_4622

 

foto bersama

Training Audit Kredit Bank

Telah dilaksanakan Training Audit Kredit Bank tanggal 18-19 Oktober 2014

Di Hotel Sahid Jaya Jl. Jenderal Soedirman Jakarta Pusat

 

Pelatihan ini diikuti

oleh:

Auditor Senior  Bank Arthos

Kabag Internal Audit Bank Agris

SPI Bank DKI

IA Bank Victoria

AI Bank Kesejahteraan

 

PENGANTAR PELATIHAN

Kredit  atau  kredit yang disalurkan bank kepada  nasabah atau debitur adalah suatu produk perbankan berupa penyaluran dana kepada masyarakat atau perusahaan yang merupakan sumber penghasilan bagi bank. Bagi industri perbankan, manajemen kredit merupakan  tugas yang sangat penting  karena beberapa alasan. 1) Sumber utama dana kredit tersebut adalah dari pihak ketiga atau masyarakat yang harus dikembalikan bank dalam jangka pendek. 2) Jika jumlah kredit terlalu besar maka akan merugikan kesehatan bank sebab akan mengganggu  likuiditas bank tersebut. 3) Jika kredit tidak dikelola banik akan menimbulkan masalah kolektibilitas  bahkan akan menimbulkan kredit macet. Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit  menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

TUJUAN PELATIHAN

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

·         Membekali peserta pengetahuan tentang  pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.

·         Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit.

·         Membekali peserta teknik dan metode  menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.

·         Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.

·         Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang  audit risiko berbasiskan risiko.

 

Berikut dokumentasi kegiatan tersebut:

1. Dokumentasi kegiatan

2. Sebagaian Modul Training : Slide

 

Semoga Bermanfaat

 

Regards

training 4

training 2

IMG_4584

gambar training audit 1