Training Audit Kredit Bank

Telah dilaksanakan Training Audit Kredit Bank tanggal 18-19 Oktober 2014

Di Hotel Sahid Jaya Jl. Jenderal Soedirman Jakarta Pusat

 

Pelatihan ini diikuti

oleh:

Auditor Senior  Bank Arthos

Kabag Internal Audit Bank Agris

SPI Bank DKI

IA Bank Victoria

AI Bank Kesejahteraan

 

PENGANTAR PELATIHAN

Kredit  atau  kredit yang disalurkan bank kepada  nasabah atau debitur adalah suatu produk perbankan berupa penyaluran dana kepada masyarakat atau perusahaan yang merupakan sumber penghasilan bagi bank. Bagi industri perbankan, manajemen kredit merupakan  tugas yang sangat penting  karena beberapa alasan. 1) Sumber utama dana kredit tersebut adalah dari pihak ketiga atau masyarakat yang harus dikembalikan bank dalam jangka pendek. 2) Jika jumlah kredit terlalu besar maka akan merugikan kesehatan bank sebab akan mengganggu  likuiditas bank tersebut. 3) Jika kredit tidak dikelola banik akan menimbulkan masalah kolektibilitas  bahkan akan menimbulkan kredit macet. Untuk mengurangi resiko yang makin besar, maka perencanaaan dan pengendalian kredit  menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi bank. Untuk itulah diperlukan audit kredit agar dapat dicegah dan dikurangi risiko kredit.

TUJUAN PELATIHAN

Tujuan pelatihan audit kredit adalah sebagai berikut:

·         Membekali peserta pengetahuan tentang  pengertian, karakteristik, dan jenis kredit.

·         Membekali peserta pengetahuan tentang proses audit kredit.

·         Membekali peserta teknik dan metode  menditeksi masalah dalam kredit dan cara mengatasi masalah kredit, termasuk test goal, kriteria, KPI, dan peraturan BI.

·         Memberikan pengetahuan bagi peserta teknik mengurangi risiko kredit dan melaporkan hasil temuan audit kredit.

·         Memberikan bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang  audit risiko berbasiskan risiko.

 

Berikut dokumentasi kegiatan tersebut:

1. Dokumentasi kegiatan

2. Sebagaian Modul Training : Slide

 

Semoga Bermanfaat

 

Regards

training 4

training 2

IMG_4584

gambar training audit 1

STRATEGI MEMAKSIMALKAN KINERJA PERUSAHAAN (SISTEM EVALUASI)

Telah dilaksanakan Workshop STRATEGIC MANAGEMENT ” di Hotel Harris – Bali, tanggal 15 Oktober 2014.

 

Workshop ini diikuti oleh Manajer Explorasi  PT.Pertamina dan PT. Elnusa Tbk.

 

STRATEGI

MEMAKSIMALKAN KINERJA PERUSAHAAN

(SISTEM EVALUASI)

 

Dalam era persaingan yang semakin ketat, setiap kali sebuah perusahaan harus mengevaluasi kinerjanya, serta melakukan serangkaian perbaikan, agar tetap tumbuh dan dapat bersaing. Perbaikan ini akan dilaksanakan secara terus menerus, sehingga kinerja perusahaan makin baik dan dapat terus unggul dalam persaingan, atau minimal tetap dapat bertahan.

Salah satu strategi untuk memperbaiki dan memaksimalkan kinerja perusahaan adalah dengan cara Restrukturisasi Perusahaan atau Revitalisasi Perusahaan.

Jika kita mendengar istilah atau kata restrukturisasi, yang ada dipikiran kita, seolah-olah membicarakan perusahaan yang sedang menurun. Hal ini disebabkan oleh definisi restrukturisasi itu sendiri, yang antara lain sebagai berikut:

1.     Restrukturisasi, sering disebut sebagai downsizing atau delayering, melibatkan pengurangan perusahaan di bidang tenaga kerja, unit kerja atau divisi, ataupun pengurangan tingkat jabatan dalam struktur oganisasi perusahaan. Pengurangan skala perusahaan ini diperlukan untuk memperbaiki efisiensi dan efektifitas (David,F, 1997:226)

2.     Strategi restrukturisasi digunakan untuk mencari jalan keluar bagi perusahaan yang tidak berkembang, sakit atau adanya ancaman bagi organisasi, atau industri diambang pintu perubahan yang signifikan. Pemilik umumnya melakukan perubahan dalam tim unit manajemen, perubahan strategi, atau masuknya teknologi baru dalam perusahaan. Selanjutnya sering diikuti oleh akuisisi untuk membangun bagian yang kritis, menjual bagian yang tidak perlu, guna mengurangi biaya akuisisi secara efektif. Hasilnya adalah perusahaan yang kuat, ataumerupakan transformasi industriStrategi restrukturisasi memerlukan Tim Manajemen yang mempunyai :Wawasan untuk melihat ke depankapan perusahaan berada pada titik undervalued atau industri pada posisi yang matang untuk transformasi. Wawasan yang sama diperlukan untuk melakukan turn around pada unit usaha, bahkan pada bisnis yang tidak familiar (Mintzberg & Quinn, 1996:732).

3.     Restrukturisasi perusahaan bertujuan untuk memperbaiki dan memaksimalisasi kinerja perusahaan (Djohanputro, Bramantyo, 2004:2).

 

Padahal setiap kali perusahaan melakukan perbaikan, entah dalam skala kecil, atau skala besartujuannya adalahuntuk memperbaiki kinerja. Tentu saja perusahaan tak perlu menunggu terjadi penurunan baru dilakukan perbaikan, karena bisa terlambat, sehingga perbaikan perlu dilakukan secara terus menerus. Pada umumnya istilah restrukturisasi digunakan jika perusahaan ingin melakukan perbaikan secara menyeluruh, dan tujuannya adalah untuk memperbaiki dan memaksimalkan kinerja perusahaan.

Pada saat ini  banyak perusahaan yang melakukan aksi korporasi, yang tujuannya adalah untuk memperkuat, memperbaiki dan memaksimalkan kinerja perusahaan. Untuk memahami apa dan bagaimana yang dimaksud dengan restrukturisasi yang dapat memaksimalkan nilai perusahaan, di bawah ini secara garis besar saya mencoba membuat cuplikan permasalahan tersebut, yang diambil antara lain dari buku karangan pak Bram sebagai berikut:

a. Tujuan Restrukturisasi Perusahaan.

Restrukturisasi perusahaan bertujuan untuk memperbaiki dan memaksimalisasi kinerja perusahaan. Bagi perusahaan yang telah go public, maksimalisasi nilai perusahaan dicirikan oleh tingginya harga saham perusahaan, dan harga tersebut dapat bertengger pada tingkat atas. Bertahannya harga saham tersebut bukan permainan pelaku pasar atau hasil goreng menggoreng saham, tetapi benar-benar merupakan cermin ekspektasi investor akan masa depan perusahaan. Sejalan dengan perusahaan yang sudah go public, harga jual juga mencerminkan ekspektasi investoratas kinerja masa depan perusahaan. Sedangkan bagi yang belum go public, maksimalisasi nilai perusahaan dicerminkan pada harga jual perusahaan tersebut.

 

b. Pemetaan portfolio dan Stategic Business Unit (SBU) Perusahaan

Pertama-tama yang dilakukan adalah pemetaan portfolio, untuk mengetahui bagaimana kemampuan masing-masing aset dalam memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Apakah ada idle asset, atau aset yang kurang produktif, dan tak perlu dipertahankan karena tak sejalan dengan strategi perusahaan ? Aset yang tak produktif serta tak sejalan dengan strategi perusahaan sebaiknya disisihkan untuk dijual.

Kemudian dilakukan pemetaan SBU, masing-masing SBU dinilai berdasarkan beberapa karakter, seperti: a) daur hidup, b) bagian pasar, c) pertumbuhan dan arus kas. Selanjutnya masing-masing SBU dievaluasi, apakah masih sejalan dengan strategi perusahaan. SBU yang sesuai, dapat dikaitkan dengan peningkatan nilai, atau memberikan Economic Value Added (EVA) kepada perusahaan secara keseluruhan.

 

c. Penilaian SBU

Ada beberapa cara penilaian SBU. Salah satu cara yang umum digunakan adalah menghitung nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan bisa dihasilkan oleh SBU yang bersangkutan. Nilai Net Present Value (NPV) dari arus kas tersebut merupakan nilai dari SBU. (Catt: cara penilaian SBU ada 10 tahap, akan disampaikan pada artikel tersendiri).

 

d. Pembenahan portfolio dan SBU.

Setelah penilaian tersebut, aset dan SBU yang tersisa hanya yang benar-benar sesuai dengan strategi perusahaan. Namun kualitas aset dan SBU perlu dievaluasi, agar beroperasi secara optimal. Setelah mengetahui berbagai kemungkinan masalah aset, manajemen perlu mengembangkan berbagai alternatif tindakan terhadap aset tersebut, dengan tujuan meningkatkan produktivitas aset yang bersangkutan.

 

e. Maksimalisasi nilai SBU.

Nilai sebuah SBU didasarkan atas kesehatan arus kas nya, terutama pola prediksi arus kas. Maksimalisasi nilai SBU berarti upaya manajemen supaya proyeksi arus kas SBU sejak restrukturisasi akan selalu sehat dan membaik dari waktu ke waktu.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam maksimalisasi nilai SBU:

1.        Pastikan tak ada aset potensial yang tersimpan. Aset yang sering tak disadari adalah intangible asset, seperti :

a)  Nama baik perusahaan, yang bisa hilang bila tak dimanfaatkan.

b) Kemampuan penelitian dan pengembangan, yang merupakan potensi bagi perusahaan.

c)  Dampak dari pemasaran, misalkan promosi yang gencar, yang dapat memposisikan produk SBU di benak konsumen.

2.        Pastikan bahwa pendanaan perusahaan sehat. Struktur keuangan yang baik ikut memberi andil yang baik dalam maksimalisasi nilai SBU.

3.        Pastikan organisasi mendukung segala strategi dalam maksimalisasi SBU.

 

f. Faktor Kepemimpinan

Faktor kepemimpinan merupakan salah satu kunci keberhasilan proses restrukturisasi perusahaan. Tanpa pemimpin yang baik, restrukturisasi akan berhenti di tengah jalan. Persyaratan pertama dan utama seorang pemimpin dalam proses restrukturisasi adalah visioner. Seorang pemimpin restrukturisasi juga perlu menjadi agen perubahan. Proses restrukturisasi, betapapun baiknya akan selalu mendapat perlawanan dari sebagian karyawan.

Pemimpin juga perlu memiliki kemampuan untuk mendayagunakan (empowerment) karyawan. Identifikasi aset dan SBU dengan baik merupakan titik awal restrukturisasi yang baik. Kesalahan identifikasi berakibat fatal, oleh karena itu menjadikan bawahan mampu mengerjakan tugas-tugas yang berat tak dapat diabaikan begitu saja.

 

Semoga Bermanfaat!

Berikut dokumentasi kegiatannya:

lesson 1

 

lesson 2

 

lesson 3

 

lesson 4

PENYUSUNAN ANNUAL REPORT & SUSTAINABILITY REPORT BERBASIS GCG: TIPS & TRICK TO WIN ANNUAL REPORT AWARD

MATERI KURSUS

* Writing Annual Report – Dos and Don’t
* Mengapa Annual Report begitu penting?
* Annual Report dan Stakeholders
* Hubungan Annual Report dan Sustainaibility Report
* Manajemen Tim untuk Penulisan Annual Report yang effektif
* Apa yang harus dilakukan oleh Tim Penulisan Annual Report
* Apa yang dilarang dilakukan oleh Tim Penulisan Annual Report
* Teknik Penulisan dan Penyajian Annual Report secara Tepat
* Penulisan dan komunikasi efektif
* Apa yang ditulis dalam Annual Report (pembahasan aspek-aspek Annual Report sesuai kriteria ARA)
* Tips and Trik Menulis Annual Report
* Annual Report dalam Perspektif Implementasi GCG
* Strategi Implementasi GCG
* Hubungan Annual Report dengan Implementasi GCG
* Kupas Tuntas Kriteria Annual Report Award (ARA)
* Sejarah Annual Report Award
* Institusi pendukung Annual Report Award (Kementrian BUMN, Bapepam, BI dan KNKG)
* Peta Persaingan dalam Annual Report Award
* Hadiah Annual Report Award
* Kriteria Penilaian Annual Report
· Best Practice
Sharing 1 : Pengalaman Perusahaan yang memenangkan ARA
§ Langkah-langkah kunci dalam penyusunan Annual Report
§ Strategi Perusahaan dalam memenangkan Annual Report
· Best Practice
Sharing 2 : Pengalaman Perusahaan yang memenangkan ARA
§ Langkah-langkah kunci dalam penyusunan Annual Report
§ Strategi Perusahaan dalam memenangkan Annual Report
· Case Study dalam
Penyusunan Annual Report
§ Bedah Kasus Good Annual Report and Bad Annual Report
· Sustainability
Report: Comprehensive Framework Understanding
§ Apa yang dimaksud Sustainability Report
§ Mengapa Sustainability Report begitu penting?
§ Hubungan Sustainability Report dengan Annual Report
· Kupas Tuntas
Aspek-aspek Penyusunan Sustainability Report
* Memahami berbagai criteria dalam pembuatan Sustainability Report
* Pembahasan rinci Aspek Governance, Economic, Environment dan Social Indicators dalam Sustainability Report
* Strategi dalam menulis dan menyusun Sustainability ReportPelatihan ini diikuti oleh 5 (lima) Orang dari PT. ASABRI (Asuransi Sosial ABRI). Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Aston Yogyakarta pada tanggal 17-18 September 2014.

Berikut ini sebagaian materi yang dapat anda unduh.
1. Contoh Annual Report (download)
2. Modul Training Teknik Penyusunan Annual Report (download)

Semoga Bermanfaat dan barokah!

Wassalam
Regards,
Ahmad Subagyo

bersama peserta

menyelesaikan kasus

peserta serius

KONFERENSI JAGO AKUNTANSI INDONESIA KE-2 DI BANDUNG

Nara sumber memberikan wawasan tentang usaha mikro dan kecil (UMK) dan Koperasi di Indonesia kepada peserta MUNAS Komunitas Jago Akuntansi Indonesia ke-2 di Bandung. tanggal 4-6 September 2014.

Tempat Kegiatan di Wisma Graha Yudha Ksatria, Jalan Nias no. 3, Bandung

Komunitas Jago Akuntansi Indonesia merupakan perkumpulan para praktisi akuntansi, mahasiswa akuntansi dan professional di bidang akuntansi di seluruh Indonesia.  Peserta di Munas ke-2 ini hadir dari berbagai pelosok negeri, antara lain  Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Bali.

Komunitas ini memiliki atensi dan kepedulian terhadap persoalan bangsa, terutama yang menyangkut kapasitas SDM di lingkungan usaha mikro dan kecil. Mereka ingin menjadi salah satu PROBLEM SOLVER bagi persoalan yang dihadapi bangsa ini.

Mereka menyusun program-program untuk peningkatan kapasitas anggotanya dan ikut berkontribusi dalam pembangunan, terutama dalam bidang disiplin keilmuan mereka sendiri.

Berikut ini materi Nara Sumber yang sempat disampaikan dalam acara konferensi tersebut:

1. Materi tentang UMKM (download here)

2. Dokumentasi

Silakan diunduh, jika anda membutuhkannya!

Semoga bermanfaat

Regards,

Ahmad Subagyo

narsum mendapatkan cinderamata

beersama panitia

DSC_0629

training Tata Kelola Hubungan Board of Director (BoD) dan Board of Commisioner (BoC) dalam suatu Korporasi

Berikut ini acara training Tata Kelola Hubungan Board of Director (BoD) dan
Board of Commisioner (BoC) dalam suatu Korporasi.

Training ini diikuti oleh Dewan Pengawas  PT. Pelindo II, yang dilaksanakan
di Hotel EastParc Yogyakarta pada tanggal  9-10 September 2014.

*MEKANISME DAN TATA KELOLA HUBUNGAN KERJA ANTARA DIREKSI & DEWAN PENGAWAS
*
*DESKRIPSI*

Dalam melaksanakan tugasnya, Direksi dan Dewan Pengawas seharusnya dapat
menciptakan hubungan kerja yang harmonis berdasarkan prinsip – prinsip
hukum korporasi, peraturan – peraturan perundangan yang berlaku,  ketentuan
– ketentuan Anggaran Dasar, Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ),
dan prinsip – prinsip Good Corporate Governance ( GCG ), yaitu Transparansi
( transparency ), Akuntabilitas ( acuntability ), Responsibilitas
(responsibility ), Kemandirian ( independency ), dan Kewajaran ( fairness )
agar tercipta pengelolaan perseroan secara professional, transparan, dan
efisien.

Pelatihan ini akan membantu memberikan pemahaman lebih berkenaan dengan
hubungan kerja Direksi dan Dewan Pengawas secara menyeluruh baik dari aspek
hukum maupun komunikasi sehingga dapat menciptakan hubungan yang selaras
dan professional.

*TUJUAN PELATIHAN:*

·            Menjelaskan pembagian tugas dan tanggungjawab Direksi dan
Dewas maupun hubungan kerja diantara kedua organ perseroan

·            Memudahkan organ – organ dibawah Direksi dan organ – organ
dibawah Dewas untuk memahami tugas dan tanggungjawab Direksi dan Dewas
maupun hubungan tugas antar organ – organ tersebut.

*COURSE OUTLINE*

ü  Prinsip – Prinsip Kerja Dewan Direksi dan Dewan Pengawas

ü  Dasar Hukum ( UU, Peraturan Menteri, Anggaran Dasar, Pedoman Umum GCG,
dll )

ü  Jabatan Anggota Direksi & Tugas dan Wewenang Direksi & Dewan Pengawas

ü  Pembagian Tugas & Wewenang Direksi & Dewan Pengawas

ü  Pengelolaan Dokumen Perusahaan

ü  Penyelenggaraan RUPS

ü  Manajemen Resiko

ü  Sistem Pengendalian Internal

ü  Hubungan Dengan Stakeholders

ü  Penilaian Kinerja Direksi & Dewan Pengawas

ü  Organ Pendukung Direksi & Dewan Pengawas

ü  Study Kasus di Masing – Masing Perusahaan

*PESERTA *

*METODE*

Pengelola Perseroan terutama jajaran top level manajemen

§  Presentasi

§  Diskusi dan Sharing Pengalaman

§  Role Pla

§  Evaluasi

Berikut Sebagaian materi, semoga bermanfaat!

  1. MEKANISME DAN TATA KELOLA HUBUNGAN KERJA ANTARA DIREKSI (download here)
  2. Modul GCG 4-BUMN for public (download here)

Terima kasih, salam Sukses Barokah !

Regards,

Ahmad Subagyo

peserta aktif presentasi

IMG_4372

IMG_4373

IMG_4374

IMG_4375

IMG_4382

IMG_4384

penyerahan sertifikat ke peserta (1)