Urgensi fungsi Audit dalam Organisasi

Auditing merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suatu organisasi baik itu organisasi bisnis maupun pemerintahan. Auditing dalam arti luas dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai komponen-komponen berupa catatan atau sistem laporan keuangan untuk menetapkan derajat kesesuaian dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.

Fungsi Audit

Audit adalah usaha penilaian langsung kinerja suatu organisasi berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Berikut adalah beberapa fungsi audit bagi sebuah organisasi:

  • Mengevaluasi kinerja perusahaan
    Evaluasi kinerja adalah fungsi utama dari audit dalam sebuah organisasi. Kinerja dalam hal ini tidak hanya dinilai dari hasil akhirnya saja, melainkan dari tahap perencanaan dan prosesnya. Perencanaan yang baik jika prosesnya tidak baik, maka hasilnya tidak akan baik. Di lain pihak, perencanaan yang tidak baik, sekalipun dilaksanakan dengan baik, hasilnya tetap tidak akan baik. Di sinilah perlunya audit, untuk menemukan di mana letaknya suatu kesalahan.
  • Meminimalisir kesalahan
    Audit dilakukan untuk memastikan bahwa suatu organisasi berjalan di jalur yang telah ditetapkan, sesuai pedoman atau panduan yang telah ditetapkan. Singkatnya, audit meminimalisir terjadinya kesalahan.
  • Memperbaiki kinerja organisasi
    Audit akan menghasilkan rekomendasi untuk perbaikan kinerja organisasi. Audit yang dilaksanakan di akhir periode suatu tahun anggaran bertujuan untuk merekomendasikan perbaikan pada tahun anggaran berikutnya. Sementara itu, audit yang dilaksanakan pada pertengahan tahun bertujuan untuk merekomendasikan perbaikan pada tahun atau periode yang bersangkutan.

Jenis-jenis audit dan hasil yang diharapkan

Audit dapat dikelompokkan menjadi tiga; masing-masingnya memiliki tujuan yang berbeda, sehingga hasil akhir yang diharapkan pun akar berbeda.

  • Audit finansial
    Objek utama dari audit finansial adalah laporan keuangan, baik laporan keuangan bulanan, triwulan, semester, maupun laporan tahunan. Seperti namanya, audit keuangan dilakukan untuk meminimalisir kesalahan dalam manajemen finansial, yang bisa berakibat fatal bagi organisasi. Berbeda dari praduga yang selama ini diyakini oleh sejumlah organisasi, tujuan utama audit finansial sesungguhnya bukanlah untuk mencari kesalahan, melainkan untuk mencegah terjadinya kesalahan. Audit finansial yang baik diharapkan akan menghasilkan manajemen finansial yang akuntabel dan transparan dalam suatu organisasi.
  • Audit Kinerja
    Audit kinerja dilakukan untuk mengetahui efisiensi dan efektivitas kegiatan operasi organisasi. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kinerja pengelolaan organisasi melalui mekanisme perencanaan, implementasi, dan evaluasi yang baik, serta pengendalian intern.
  • Audit Kepatuhan
    Audit kepatuhan dilakukan oleh seorang auditor untuk melihat kegiatan operasi apakah telah sesuai dengan ketetapan, ketentuan, peraturan, persyaratan yang berlaku dalam organisasi atau perundang-undangan yang berlaku.

Audit dalam organisasi dirasa perlu dalam menentukan apakah informasi keuangan dan operasi telah akurat dan dapat diandalkan, sumber daya digunakan secara efisien dan ekonomis, resiko telah diidintifikasi, dan apakah tujuan organisasi telah dicapai secara efektif. Jika proses tersebut telah berjalan dengan baik, maka dipastikan organisasi akan beroperasi secara sehat. Tanpa audit, suatu organisasi akan berjalan di jalur yang diinginkan, bukan di jalur yang semestinya.

Speak Your Mind

*