Yahoo finance API is not available right now, please try again soon...

The International Training Program on Credit Quality Management

Bandung, 30-31 August 2017

Participant : Credit Manager of The Bank of Ceylon , Srilanka

Credit Quality Management is core process for commercial banks. Therefore, the ability to manage its process is essential for the success of bank’s businesses. Credit Quality Management goes beyond the ordinary dimension of loan administration. It involves the anticipation of problem loans. This demand an ability to perceive the early warning signals, which necessitates a control of both the quantitative and qualitative aspects of credit evaluation. Effective credit management separates loan review from credit analysis. The review process can be divided into two functions- monitoring the performance of existing loan and handling problem loans. The obvious and more serious banking problems arises due poor portfolio risk management, or a lack of attention to change in economic or

circumstance. Therefore, the banking industry has been focusing more attention than ever on credit quality management.

Based on the aforementioned background, the APRACA Consultancy Services (ACS) intend to organize the International Training Program on Credit Quality management to enhance the

capacity of APRACA members.

After the training the participants are expected to:

 Understand on the fundamental of credit risk management;

 Understand on business risk;

 Gain practical experiences of micro, small and medium loan evaluation effectively;

 Excellent opportunity to conduct loan discipline effectively;

 Know how to monitor and manage loan portfolio effectively;

 Identify and solve loan problem on time;

Materi yang dapat diunduh
1. Daftar hadir peserta
2. Sertfikat peserta
3. SSA Mr. Bagyo – CQM 2017

Berikut dokumentasinya

dok muka judul

foto bersama

materi training

narasumber memberikan materi

narsum

TRAINING OF TRAINERS Dosen Finance and Banking se-Sumatera Utara

Hotel Karibia Medan, 2-4 Juni 2016

Training ini diikuti oleh kurang lebih 40 orang peserta yang berasal dari Perguruan Tinggi di Sumatera Utara.

KEUANGAN KEWIRAUSAHAAN (ENTREPRENEURIAL FINANCE)

Entrepreneurial Finance examines the elements of entrepreneurial finance, focusing on technology-based start-up ventures and the early stages of company development. The course addresses key questions which challenge all entrepreneurs: how much money can and should be raised; when should it be raised and from whom; what is a reasonable valuation of the company; and how should funding, employment contracts and exit decisions be structured. It aims to prepare students for these decisions, both as entrepreneurs and venture capitalists. In addition, the course includes an in-depth analysis of the structure of the private equity industry.

Requirements
The course requires the concepts and skills developed in Finance Theory II, which is a pre-requisite. Other courses that may fulfill the pre-requisite requirements are Financial Management or Finance Theory. Some knowledge of option pricing will also be needed in a few instances. Because we will be linking financial concepts to other business concepts your broad MBA training will also come in handy.
This course places a strong emphasis on presentation and discussion skills. It will be important for you to explain your positions or arguments to each other and to try to argue for the implementation of your recommendations.

Course Overview
This course will use a combination of case discussions and lectures to study entrepreneurial finance. The course is targeted to budding entrepreneurs and venture capitalists. There are five main areas of focus:

1. Business Evaluation and Valuation: Here we will give you some tools to valuate early stage business opportunity. We will also review the standard tools of valuation applied to start-up situations and introduce the venture capital method and the real options approach to valuation.
2. Financing: In this module, we will highlight the main ways that entrepreneurs are financed and analyze the role of financial contracts in addressing information and incentive problems in uncertain environments.
3. Venture Capital Funds: We will look at the structure of venture capital funds and their fund raising process. This module will include issues of corporate venture capital and private equity funds in emerging market economies.
4. Employment: We will study the issues of attracting and compensating employees in start-ups.
5. Exit: We will discuss how founders should exit. Should they sell to another company, take it public, or continue independently as a private company?
Carl Stjernfeldt (General Partner at Castile Ventures) will co-teach a number of sessions. We are very lucky to have Carl participate so please use his time judiciously! We also have a number of additional guest speakers who will discuss recent developments in the industry.

Materi Pokok yang disampaikan oleh Nara Sumber ada 4 Topik, yaitu:
1. Start up business
2. Financial Audit
3. Financial Strategic
4. Exit Strategic

Berikut dokumentasi dan sebahagian modul yang dapat anda unduh!
Modul Business Plan

 

action

Foto bersama peserta

ngajar

peserta

TRAINING PROFESSIONAL DEVELOPMENT PROGRAM

TRAINING PROFESSIONAL DEVELOPMENT PROGRAM
Hotel Harris, 21 Mei 2016

Kegiatan ini diikuti oleh para praktisi perbankan dan keuangan Mikro seperti LKM dan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di seluruh Indonesia.

materi yang menjadi topik bahasan, antara lain:
1. Feasibility Study
2. Strategic Plan
3. Audit financial performance
4. Exit Strategic

Kegiatan ini disponsori oleh HSBC, PSF dengan bekerjasama dengan Sampoerna University dan OJK dan Kemenristek.

Berikut ini dokumentasi dan sebagaian materi yang dapat anda unduh!

1. Lingkungan Keuangan Wirausaha
2. SKU

narsum03

narsum02

narsum01

TRAINING FOR TRAINERS Lecturers of Finance and Banking

TRAINING FOR TRAINERS
Lecturers of Finance and Banking

Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Harris Tebet, Jakarta. Pada tanggal 19 Mei 2016. Peserta terdiri dari para Dosen Pengampu Mata Kuliah Finance and Banking di seluruh Indonesia. Pelatihan ini terselenggara atas dukungan dari SU, HSBC, Kemenristek dan OJK.

Sebagai Nara Sumber dalam Training ini ada 4 topik utama, yaitu:
1. Feasibility study for start up business
2. How to write a strategic Plan
3. Assesment to financial performance
4. Exit Strategic

Berikut sebagaian materi dan dokumentasinya, silakan di-unduh
1. Perkenalan
2. Slide FS

narsum tot 02

narsumtot 01

narsumtot

narsumtot 3

TATA CARA PELAKSANAAN RISET DALAM RANGKA PENGEMBANGAN PRODUK DAN AKTIVITAS BARU

Alhhamdulillah telah dilaksanakan

WORKSHOP Tentang

“TATA CARA PELAKSANAAN RISET DALAM RANGKA PENGEMBANGAN PRODUK DAN
AKTIVITAS BARU.”

Pada tanggal 3-4 Februari 2016 di Hotel Santika Premiere Slipi Jakarta yang diikuti oleh 18 Peserta dari Bank Pembangunan Daerah (BPD), yaitu:
1. Bank Kaltim
2. Bank NTT
3. Bank Sulselbar
4. Bank Jateng
5. Bank Lampung
6. Bank Kalsel

Berikut ini outline materinya;

URGENSI RISET DI DUNIA PERBANKAN

LATAR BELAKANG
Program Transformasi BPD – Menjadi Bank yang Kompetitif, Kuat dan Kontributif bagi Pembangunan Daerah Bank Pembangunan Daerah (BPD) perlu bertransformasi karena terdapat beberapa permasalahan mendasar yang perlu dibenahi secara struktural yakni:

1. Kontribusinya terhadap pembangunan daerah masih rendah yang tercermin dari relatif kecilnya pangsa kredit produktif yakni baru mencapai26%.
2. Tata kelola, sumber daya manusia, manajemen risiko dan infrastruktur yang belum memadai yang memicu peningkatan kredit bermasalah segmen produktif.
3. Daya saing BPD masih rendah karena produk dan mutu pelayanan belum memadai.

B. Visi dan Misi

– Visi (disesuaikan dengan Visi Bank)
– Misi (disesuaikan dengan Misi Bank)

c. SWOT ANALYSIS – GAP ANALYSIS

A. Analisis Peluang (Opportunity)

1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi dan melahirkan peluang-peluang bisnis baru disektor riil yang membutuhkan dukungan pembiayaan dari perbankan.
2. Mempelajari muatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tiap- tiap Kabupaten, tiap-tiap Kota dan Provinsi dalam rangka identifikasi peluang kebutuhan pembiayaan sektor riil yang akan timbul sebagai dampak dari realisasi APBD tersebut (konstruksi, pertanian, pariwisata, pendidikan dan lain- lain).
3. Identifikasi kebutuhan pembiayaan atas izin-izin usaha baru yang diberikan oleh PEMDA.

B. Analisa Kekuatan(Strength)

1. Salah satu kekuatan (strength) Bank dibandingkan dengan pesaing dalam kaitannya dengan mendapatkan informasi peluang bisnis pembiayaan sektor riil adalah bahwa pemegang saham Bank adalah PEMDA. Hal ini berarti bahwa Bank adalah bank pertama yang mendapatkan informasi tentang APBD yang memuat peluang bisnis atau pembiayaan di sektorriil.

C. Analisa Kelemahan /Weakness

1. Identifikasi dan klasifikasi nasabah (konsumen):
– Klasifikasi konsumen sesuai dengan kebutuhan pembiayaan yang muncul dari APBD.
– Klasifikasi konsumen sesuai dengan kebutuhan pembiayaan atau jasa layanan perbankan pada umumnya.
2. Identifikasi produk-produk dan aktivitas bank termasuk pengembangannya yang sesuai dengan klasifikasinasabah.
3. Melakukan analisa kelemahan (weakness) bank dibandingkan dengan bank-bank pesaing dari segi:

a) Jenis-jenisproduk
b) Dukunganteknologi
c) Kualitas Sumber DayaManusia
d) Jangkauan pelayanan jaringan kantor maupun Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (BranchlessBanking).

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Dalam rangka mewujudkan corporate plan menuju transformasi BPD, salah satu langkah penting yang harus dilakukan adalah riset pengembangan produk yang terkait dengan kebutuhan pasar sesuai dengan APBD maupun perizinan yang diterbitkan oleh Pemda serta riset klasifikasi konsumen serta kebutuhan produk-produk Bank yang sesuai dengan masing-masing daerah Kabupaten, Kota, dan Provinsi.

Sebagaian materi dan foto kegiatan dapat diunduh berikut ini;

Semoga bermanfaat, amin

1. Outline Riset Pasar
2. Urgensi Riset Di Dunia Perbankan

Public Training

Training

3-20160203_141337_resized

4-20160204_144012_resized