Yahoo finance API is not available right now, please try again soon...

Berikut E-book dan Materi CRM Beserta Referensinya

Berikut ini adalah ebook-ebook yang dapat di download

1. Enterprise Risk Management Models
2. Butterworth-Heinemann,.Credit Risk – From Transaction to Portfolio Management
3. Case study Risk banking management
4. Financial Options in Islamic Contracts Potential Tools for Risk Management
5. Credit risk management modul
6. Analyzing Banking Risk A Framework for Assessing Corporate Governance and Financial Risk Management

Semoga bermanfaat

IN HOUSE TRAINING LIQUIDITY RISK MANAGEMENT BANK BPD SULSELBAR

15-16 Agustus 2016

Pelatihan ini diikuti oleh Mantan Pejabat Senior Bank Mandiri, Dewan Komisaris Bank Sulselbar, dan Anggota Komite Dekom Bank Sulselbar

Latar Belakang

1. Bahwa untuk menjaga kelangsungan operasional bank dan kepercayaan masyarakat, bank harus memelihara likuiditas dana yang cukup untuk memenuhi kewajibannya pada saat jatuh waktu.

2. Untuk mengantisipasi secara dini terjadinya kesulitan likuiditas, bank perlu mengelola likuiditas sesuai dengan prinsip kehati-hatian melalui sistem pemantauan likuiditas yang baik.

3. Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan suatu penetapan kebijakan Manajemen Risiko Likuiditas yang dituangkan dalam suatu Buku Pedoman Perusahaan (BPP) Manajemen Risiko Likuiditas termasuk Perencanaan Pendanaan Darurat (Contingency Funding Plan).

Landasan Hukum

1. Undang-UndangNomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang telah diubah dengan UU Nomor. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas UU No. 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan.

2. Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia 11/25/PBI/2009 tanggal 1 Juli 2009.

3. Surat Edaran Bank Indonesia nomor 11/16/DPNP tanggal 6 Juli 2009 Perihal Penerapan Manajemen Risiko untuk Risiko Likuiditas.

4. Surat Edaran Bank Indonesia nomor 13/23/DPNP tanggal 25Oktober 2011 Perihal Perubahan atas Surat Edaran No. 5/21/DPNP Perihal Manajemen Risiko untuk Risiko bagi Bank Umum.

Tujuan

1. Manajemen Risiko Likuiditas bertujuan memelihara kestabilan likuiditas dana dan mencapai kestabilan sumber dana. Kebijakan ini menjadi hal yang fundamental dan penting dalam prinsip Manajemen Risiko

2. Pengetahuan yang lebih baik tentang manajemen likuiditas yang dapat dijadikan panduan pada unit kerja dengan mempertimbangkan sisi bisnis serta mempertimbangkan faktor risiko yang ada, serta memperjelas tanggung jawab dan koordinasi setiap unit kerja yang terlibat dalam proses pengelolaan likuiditas.

3. Panduan yang dimaksud adalah berfungsi sebagai kontrol terhadap sumber dana dari seluruh transaksi yang terjadi dan memperhitungkan aspek kerugian yang akan terjadi (risiko) dalam berbagai tingkatan transaksi yang ada

Pelatihan ini diikuti oleh Mantan Pejabat Senior Bank Mandiri, Dewan Komisaris Bank Sulselbar, dan Anggota Komite Dekom Bank Sulselbar

Berikut sebagian materinya : Liquidity Risk Management Training

Berikut Dokumentasinya

foto workshop

foto pembicara

IN HOUSE TRAINING CREDIT RISK – RATING & SCORING

IN HOUSE TRAINING

BANK RAKYAT INDONESIA (BRI)

CREDIT RISK – RATING & SCORING

Financial Credit Management adalah tindakan penciptaan nilai ekonomis pada perusahaan dengan cara mengelola resiko yang dihadapi, terutama Credit Risk dan Market Risk. Untuk melaksanakannya, dibutuhkan pengenalan terhadap sumber resiko, mengukurnya, dan kemudian menanganinya. RISK MODELING, adalah suatu cara menangani risiko dengan menggunakan teknik-teknik umum ilmu ekonometri, untuk menentukan resiko agregat pada suatu portfolio keuangan. Risk Modeling adalah bagian yang termasuk dalam lingkup tugas- tugas Financial Modeling.

Risk Modeling memanfaatkan berbagai teknik untuk menganalisa suatu portfolio dan membuat perkiraan kerugian mungkin terjadi atas beragam risiko kredit. Banyak perusahaan besar keuangan menggunakan Risk Modeling untuk membantu Manajer Portfolio dan Manajer Kredit dalam menilai jumlah cadangan kapital yang perlu dijaga, dan untuk membantu menentukan tingkat pembelian dan penjualan terhadap berbagai aset keuangan.

Para pemberi pinjaman, misalnya bank, pengelola kartu kredit, dan perusahaan telekomunikasi seluler, menggunakan CREDIT SCORES untuk mengevaluasi potensi risiko dari pemberian piutang “dana atau produk” kepada para konsumennya, dan untuk mengurangi kerugian yang terjadi karena kredit macet. Pemberi pinjaman menggunakan Credit Scores untuk menetapkan siapa yang berhak/qualified untuk mendapat pinjaman, berapa bunganya, serta batas kreditnya. Penggunaan Credit Scoring/Identity Scoring sebelum persetujuan/pemberian akses kredit, adalah implementasi sistem yang terjamin baik.

Penggunaan Credit Scoring tidak terbatas pada industri perbankan. Organisasi-organisasi lain, seperti perusahaan mobile phone, asuransi, instansi pemerintah, dan perusahaan lainnya juga menggunakan teknik tersebut. Credit Scoring memiliki banyak persamaan metode dengan Data Mining, yang juga menggunakan teknik serupa.

MATERI PROGRAM

• Credit Risk Overview
• Credit Scoring dan Business Intelligent
• Manfaat credit scoring dan credit rating
• Konsep penyusunan sistem credit scoring dan credit rating
• Konsep pengujian/validasi/backtest sistem scoring dan credit rating
• Monitoring sistem credit scoring dan credit rating
• Penggunaan credit scoring dan credit rating dalam kerangka Basel 2
• Analisa risiko dua-dimensi menggunakan sistem credit scoring dan credit rating
• Tantangan-tantangan dalam penyusunan dan implementasi sistem credit scoring dan credit rating

Agenda Program

Berikut Dokumentasinya

belajar

foto peserta bersama narsum

serius

Training Credit Risk Management

Pelatihan Credit Risk Management  (CRM) telah dilaksanakan pada tanggal 24-25 April 2013 di Hotel Ibis Arcadia, Jl. KH.Wahid Hasyim  Jakarta. Peserta Pelatihan ini  Manajer Kredit Bank Mayora, Jakarta.  Pelatihan ini di pandu oleh Nara Sumber tunggal : Dr. Ahmad Subagyo

A.  Pendahuluan

Setiap usaha apapun bentuknya dan tingkatan usaha tersebut baik usaha mikro, kecil, menengah bahkan usaha besar tidak akan luput dari kemungkinan menghadapi risiko usaha yang sangat bervariasi dari berisiko kecil ke besar bahkan sangat besar. Risiko, menurut Drs Herman Darmawi dalam bukunya Manajemen Risiko, dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya akibat buruk (kerugian) yang tak diinginkan, atau tidak terduga. Dengan kata lain “kemungkinan” itu sudah menunjukkan adanya ketidakpastian. Ketidakpastian itu merupakan kondisi yang menyebabkan tumbuhnya risiko. Kondisi yang tidak pasti itu timbul karena berbagai sebab, antara lain :

  • Jarak waktu dimulainya perencanaan atas kegiatan sampai kegiatan itu berakhir. Semakin panjang jarak waktu, semakin besar ketidakpastiannya.
  • Keterbatasan tersedianya informasi yang diperlukan.
  • Keterbatasan pengetahuan/keterampilan/teknis mengambil keputusan.

Dalam usaha, ketidakpastian dihubungkan dengan penerimaan penghasilan perusahaan, arus masuk dan keluar (cashflow) dan keselamatan harta benda perusahaan di masa yang akan datang.

Risiko dapat terjadi akibat perilaku sumberdaya manusia, bencana alam dan lingkungan, perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat terutama masalah sosial, politik dan situasi ekonomi itu sendiri. Beberapa risiko dapat membahayakan kegiatan operasional usaha bahkan mengancam kelangsungan hidup usaha. Pada usaha yang memiliki kewajiban terhadap pihak lain, misalnya kepada kreditur, ancaman terhadap usaha akan mengakibatkan kegagalan usaha dalam memenuhi kewajibannya, yang dapat berakibat pada tuntutan hukum dan hilangnya kredibilitas pengusaha di mata kreditur. Oleh karena itu, seharusnya risiko dapat dikelola dengan baik dengan suatu manajemen risiko.

Manajemen risiko dapat diikhtisarkan sebagai berikut :

  1. Melakukan identifikasi risiko
    Identifikasi risiko bertujuan menemukan secara sistematis risiko (kerugian potensial) yang mungkin dihadapi usaha. Dalam hal ini apabila risiko tidak teridentifikasi, maka berarti usaha tersebut menanggung risiko secara tidak sadar.
  2. Melakukan pengukuran/analisis risiko
    Tujuan pengukuran/analisis terhadap risiko adalah untuk menentukan relatif pentingnya risiko yang dihadapi. Pengukuran risiko dilakukan dengan melihat frekuensi atau jumlah dan tingkat kerugian yang akan terjadi.
  3. Melakukan penanganan risiko
    Setelah diketahui dan dilakukan pengukuran risiko, pengusaha memutuskan bagaimana menangani risiko.

Beberapa metode yang dapat digunakan dalam menangani risiko adalah :

a.    Menghindari risiko

Risiko kerugian terhadap barang tertentu dihindari dengan tidak memiliki barang tersebut, misalnya dengan cara menyewa barang daripada membeli.

b.    Mencegah dan mengendalikan risiko

Pencegahan dan pengendalian risiko dilakukan dengan tujuan menghilangkan segala kerugian, atau mengurangi kerugian seminimal mungkin. Keputusannya akan tergantung kelayakan program dari sudut teknis dan produksinya.

c.  Menahan risiko

Menahan risiko berarti memikul risiko kemungkinan terjadinya kerugian, dengan cara menganggapnya sebagai biaya operasi perusahaan atau menyisihkan cadangan untuk membayar kerugian sesuangguhnya yang diderita.

d.  Memindahkan risiko

Cara terpenting untuk memindahkan risiko adalah asuransi. Dengan asuransi, seseorang atau perusahaan memindahkan atau menggeser risiko tertentu yang dipikulnya kepada perusahaan asuransi dengan membayar premi.

Dalam penyusunan permohonan kredit yang “bankable”, bahasan mengenai aspek risiko bertujuan untuk menjelaskan mengenai layak tidaknya usaha tersebut dibiayai apabila terjadi perubahan-perubahan pada unsur-unsur kelayakan pemasaran, teknologi dan produksi serta keuangan.

Kajian terhadap aspek risiko ini terutama untuk menyajikan dan menganalisis :

  1. faktor-faktor yang mempengaruhi besar-kecilnya risiko kegagalan usaha yang mungkin akan dihadapi usaha;
  2. aspek risiko dalam suatu analisis kelayakan usaha, apabila dikemudian hari ternyata usaha ini akan diusulkan dan dibiayai oleh bank; dan
  3. perumusan langkah-langkah yang perlu diantisipasi untuk bisa keluar dari risiko kegagalan usaha.

B.      Komponen Pokok Risiko Usaha

Risiko kegagalan usaha dapat disebabkan dari aspek-aspek dalam analisis kredit sebagai berikut :

1.       Aspek Pasar dan Pemasaran

Beberapa kemungkinan risiko pada aspek pasar dan pemasaran antara lain :

  1. Risiko harga jual barang
  2. Risiko perubahan selera konsumen
  3. Risiko perubahan mode/model
  4. Risiko pengiriman/distribusi barang
  5. Risiko persaingan produk lain (lokal maupun asing)
  6. Risiko produk substitusi.

2.       Aspek Teknis dan Produksi

Beberapa kemungkinan risiko pada aspek teknis dan produksi antara lain :

  1. Risiko bahan baku dan bahan pembantu
  2. Risiko musim
  3. Risiko teknis produksi dan teknologi
  4. Risiko produk

3.       Aspek Manajemen dan Organisasi

  • Risiko tenaga kerja

4.       Aspek Sosial Ekonomi

  • Risiko kebijakan pemerintah

5.       Aspek Lingkungan

  • Risiko polusi/dampak lingkungan

6.       Aspek Hukum dan Jaminan

  • Risiko gagal perjanjian

7.       Aspek Keuangan

  • Risiko pengelolaan keuangan perusahaan
  • Risiko bunga
  • Risiko piutang
  • Risiko biaya produksi
  • Risiko mata uang.
Berikut ini sebagaian materi dalam pelatihan tersebut di atas:
Terima kasih dan semoga bermanfaat !

2013-04-25 15.29.42

2013-04-25 15.30.19

2013-04-25 15.32.36