STRATEGI MENERAPKAN GCG PADA ORGANISASI KOPERASI “KAREB”

PENDAHULUAN

Bisnis dan organisasi terlihat seperti satu, namun hakekatnya berbeda. Sehingga bagi sebagaian orang merasakan kesulitan mengendalikan bisnisnya, padahal sebenarnya yang dihadapi adalah persoalan organisasi. Pada satu kasus sebenarnya bisnisnya sangat bagus, tapi karena masalah organisasi bisnisnya menjadi berantakan dan akhirnya hancur?.

Bagi pelaku bisnis, kita harus dapat membedakan mana persoalan bisnis dan mana persoalan organisasi? Sehingga dalam mengambil keputusan menjadi lebih terarah dan fokus.  Kesalahan dalam mengambil keputusan terkait dengan masalah ini dapat mengakibatkan kefatalan dalam kelangsungan bisnis mereka.

Untuk mengharmonisasikan kedua entitas yang berbeda namun sangat terkait dan tidak dipisahkan ini (sistem) diperlukan adanya TATA KELOLA yang baik (Good Governance) dalam menjalankan dan mengoperasionalisasikan keduanya.

Untuk dapat menjalankan tata kelola yang baik  dalam organisasi bisnis, para pelaku bisnis dan anggota organisasi harus mengetahui fungsi dan peran masing-masing dalam yang  sama-sama berada dalam sebuah sistem bisnis.

Apakah yang harus diketahui oleh masing-masing peran?, berikut ini rangkuman dari permasalahan di atas.

PERMASALAHAN

Ada beberapa pertanyaan yang perlu kita ajukan?

  1. Apa ada perbedaan antara bisnis dan organisasi?
  2. Bagaimana cara mengelola mereka menjadi satu kesatuan (sistem) yang sinergis?
  3. Bagaimana langkah-langkah menuju Tata Kelola Yang Baik (Good Governance)?

PEMBAHASAN

Pertama:

Bisnis adalah kegiatan yang dijalankan untuk tujuan mendapatkan keuntungan.

Kegiatan bisnis meliputi apa saja?

  1. Marketing
  2. Produksi
  3. Keuangan
  4. SDM
  5. Akuntansi

Kegiatan bisnis tidak akan mungkin bisa berjalan tanpa adanya manajemen, lalu manajemen itu apa?

Manajemen adalah Proses menjalankan prinsip-prinsip manajemen terhadap sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien.

Apa itu prinsip-prinsip manajemen?

Prinsip-prinsip manajemen yaitu (1) Planning, (2) Organizing, (3) Actuating, dan (4) Controlling

Siapa yang akan menjalankan prinsip-prinsip manajemen tersebut?

Yang akan menjalankan prinsip-prinsip manajemen adalah organisasi

Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama.

Organisasi ada 2 (dua) jenis, yaitu: (1) organisasi formal, dan (2) organisasi informal

Contoh organisasi bisnis formal di Indonesia adalah (1) Perseroan Terbatas (PT), (2) Koperasi, (3) Yayasan,  (4) Firma, (5) Perketujuan Komanditer, dan (6) Perkumpulan

Contoh organsisasi bisnis informal adalah pedagang kaki lima (PKL)

Struktur anatomis organisasi terdiri dari:

  1. Kepemilikan
  2. Kegiatan usaha yang dipilih/disepakati
  3. Struktur kepengurusan
  4. Pembagaian hasil usaha dan risiko
  5. Pengambilan keputusan organisasi

Kedudukan organisasi dan bisnis dalam organisasi formal harus dipisahkan dalam struktur manajemen.

Contoh:

Dalam Perseroan Terbatas (PT) kedua fungsi terlihat dalam (1) domain komisaris, dan (2) domain Direksi;

Dalam persekutuan komanditer (CV) terlihat dari (1) pesero pasif, dan (2) Pesero aktif;

Dalam Koperasi terlihat dari (1) Pengawas-Pengurus, dan (2) Pengelola

Struktur anatomis organisasi secara administratif disusun dalam bentuk anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), sedangkan aturan kegiatan bisnis disusun dalam peraturan perusahaan, sedangkan untuk mengatur keduanya dibutuhkan code of conduct (tata nilai).

Untuk mencapai tujuan organisasi bisnis yaitu mendapatkan keuntungan dan berkelanjutan, maka organisasi harus menjalankan prinsip-prinsip manajemen, yaitu:

  1. A.      PLANNING
    1. Visi dan Misi Organisasi
    2. Tujuan Organisasi
    3. Sasaran (Target)
    4. Strategi
    5. Kebijakan
    6. Prosedur
    7. Program
    8. Anggaran (Budget)
    9. B.       ORGANIZING
      1. Struktur organisasi
      2. Job description
      3. Standard Operating and procedure (SOP)

i.      Marketing

ii.      Produksi

iii.      Keuangan

iv.      Akuntansi

v.      SDM

  1. C.      ACTUATING
    1. Pelatihan (pembekalan)
    2. Pengarahan (Briefing)
    3. Pendampingan (mentoring)
    4. Pemagangan
    5. Studi Banding
    6. D.   CONTROLLING
      1. Pengawasan
        1. Pengawasan perencanaan
        2. Pengawasan pelaksanaan
      2. Audit
        1. Audit operasional
        2. Audit Pembukuan dan akuntansi
        3. Audit SDM
        4. Audit Marketing
        5. Audit produksi

Kedua:

Fungsi kedua dalam prinsip manajemen diperlukan untuk membagi peran dan fungsi yang baik, yaitu terlihat dalam struktur organisasi, job description, dan SOP organisasi.

Untuk menjaga keharmonisan antara pemilik-pengawas-pengurus-pengelola-pemerintah-mitra bisnis dibutuhkan adanya GOOD CORPORATE GOVERNANCE (Tata Kelola Perusahaan yang baik).

Prinsip-prinsip pelaksanaan GCG ada 5 unsur, yaitu:

  1. Transparance
  2. Accountable
  3. Responsible
  4. Independence
  5. Fairness

Ketiga :

Langkah-langkah untuk menegakkan Tata Kelola yang baik adalah:

  1. Seluruh stakeholder memiliki satu VISI dan MISI;
  2. Memiliki komitmen untuk membangun dan mengembangkan organisasi;
  3. Membagi peran dan fungsi masing-masing secara struktural-sistematis dan dikukuhkan dalam garis-garis besar haluan organisasi (AD/ART);
  4. Menyusun Code of Conduct;
  5. Menyusun GCG Charter;
  6. Menyusun Road of Map.
Di bawah ini dokumentasi dan sebagaian materi training, silakan diunduh:

1. Artikel Strategi penerapan GCG di Koperasi KAREB Bojonegoro-Jatim
2. Outline Training GCG di Koperasi Kareb Bojonegoro-Jatim (download here)
3. Materi Presentasi Pengantar GCG (download here)

4. Materi Training Follow-Up after GCG Training (download here)

4. Foto-foto  Kegiatan

Terima kasih, semoga bermanfaat

IMG_2894

IMG_2897

IMG_2899

IMG_2900

Speak Your Mind

*