PERJALANAN MENUJU KOPERASI SEHAT YANG BELUM TUNTAS

Dr. Ahmad Subagyo

Koperasi Sehat akan mewujud seiring dengan tingkat literasi terhadap perkoperasian yang makin baik, di dukung dengan system pembinaan dan pengawasan yang baik dan benar. Perjalanan menuju penataan Koperasi yang sehat belum tuntas, namun pembenahan telah dilakukan dan menuju pada jalan yang benar.

Kerangka membangun sistem pengawasan Koperasi telah dilakukan melalui (1) pengklasifikasian skala usaha koperasi Naskah Akademik Klasifikasi Usaha Koperasi (KUK) (ahmadsubagyo.com), (2) pembentukan jabatan funsional pengawas Koperasi (JFPK), (3) membangun instrumen pengawasan yang proven (4) memiliki regulasi pengawasan yang memadahi, dan (5) berkolaborasi dengan sistem infrastruktur pengawasan. Blue Print system pengawasan Koperasi dapat di lihat dalam link Berikut ini:  Search Results for “pengawasan” (ahmadsubagyo.com)

Untuk memberikan penguatan terhadap metode penilaian Kesehatan berbasis Kertas Kerja Pemeriksaan Kesehatan Koperasi (KKPKK).

Sebelum membangun infrastruktur dan membangun regulasi yang kuat terhadap kebutuhan pembinaan dan pengawasan Koperasi, diperlukan suatu pergerakan atas kesadaran penegakan GCG (Good Corporate Governance) àDokumentasi dan Modul Training Good Corporate Governance Di Losari Legian Hotel – Bali, 24-25 Juni 2014 (ahmadsubagyo.com), dan dan Manajemen Risiko  (Risk Management) à WORKSHOP MANAJEMEN RISIKO KREDIT (ahmadsubagyo.com).

Penegakan system pengawasan diperlukan adanya OTORITAS PENGAWASAN KOPERASI (OPEK) sebagai Lembaga Independen pengawas Koperasi yang diberikan wewenang dalam melakukan perijinan, pengaturan, pengawasan dan pencabutan ijin operasional Koperasi.  Bisa baca di link Berikut : MEMBANGUN SISTEM PENGAWASAN KOPERASI MELALUI OTORITAS PENGAWASAN KOPERASI (OPEK) (ahmadsubagyo.com)

Speak Your Mind

*