Yahoo finance API is not available right now, please try again soon...

Workshop Penyusunan Rencana Strategis Perusahaan

Assalamu’alaikum wr. wb.

Menjelang akhir tahun pada umumnya perusahaan mempersiapkan rencana strategis untuk tahun yang akan datang.
Teknik penyusunan renstra memiliki format dan sistematika yang bisa berbeda-beda, namun pada prinsipnya renstra adalah sebuah guide line bagi seluruh organ perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan. tujuan perusahaan merupakan ejawantah dari pelaksanaan misi yang ingin ditempuh oleh perusahaan, sedangkan misi adalah bentuk statement dari sebuah visi perusahaan.

Dalam kesempatan workshop ini, nara sumber memandu penyusunan RENSTRA untuk Bank BPD Sultra dalam membuat business plan tahun 2018.

Berikut sebahagian silabus materi dan dokumentasinya,
1. silabus materi training
2. modul-1
3. foto kegiatan

semoga bermanfaat

pemaparan materi

penyerahan kenang-kenangan

penyerahan piagam

Workshop Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT)

Indonesia telah masuk dalam rezim anti terorisme dengan lahirnya UU No. 8 tahun 2010 tentang APU-PPT.

seluruh lembaga keuangan yang menjadi media transaksi keuangan lokal-regional dan internasional yang berkantor di bumi Indonesia harus ikut mendukung terhadap UU ini. 

Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh Lembaga Keuangan adalah melalui pencegahan dini dan early warning system (EWS) dengan menerapkan proses identifikasi-monitoring-pelaporan.

Kegiatan diklat sosialisasi APU-PPT telah dilaksanakan oleh PT. Teleanjar Indonesia untuk seluruh organ struktural di perusahaan yang bergerak di teknologi informasi ini.

Pelaksanaan di hari Rabu-Jumat tanggal 4-6 Oktober 2017, di Ciawi Puncak.

Berikut dokumentasi kegiatan:

1. Foto dokumentasi kegiatan
2. Sebahagian Materi Kegiatan : Materi APU-PPT

semoga bermanfaat!

terima kasih

 

narsum discuss session

foto bersama peserta

pemaparan

Diklat Pengurus Dan Pengawas Koperasi Di Kota Ambon

25-26 SEPTEMBER 2017

Diklat ini dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan pengawas Koperasi. ada empat materi penting, yaitu:

1. Regulasi tentang Pengawasan
2. Mengenal Model Bisnis Koperasi
4. Teknik Pemeriksaan Koperasi

Berikut ini dokumenttasi kegiatan dan modul training:
1. Modul Diklat Teknik Pemeriksaan Koperasi
2. Foto Kegiatan
3. Undangan, dan
4. Tor (kerangka acuan kerja) Kegiatan DIKLAT

SEMOGA BERMANFAAT

ahmad subagyo action

bagyo memberikan materi pengawasan

foto bersama peserta training

Belajar

Urgensi Riset Di Dunia Perbankan

WORKSHOP RISET PENGEMBANGAN PRODUK UNTUK PERBANKAN

Hotel Santika Premiere, 4-6 September 2017

LATAR BELAKANG

Program Transformasi BPD – Menjadi Bank yang Kompetitif, Kuat dan Kontributif bagi Pembangunan Daerah Bank Pembangunan Daerah (BPD) perlu bertransformasi karena terdapat beberapa permasalahan mendasar yang perlu dibenahi secara struktural yakni:

      1. Kontribusinya terhadap pembangunan daerah masih rendah yang tercermin dari relatif kecilnya pangsa kredit produktif yakni baru mencapai26%.
      2. Tata kelola, sumber daya manusia, manajemen risiko dan infrastruktur yang belum memadai yang memicu peningkatan kredit bermasalah segmen produktif.
      3. Daya saing BPD masih rendah karena produk dan mutu pelayanan belum memadai.

B. Visi dan Misi

      • Visi (disesuaikan dengan Visi Bank)
      • Misi (disesuaikan dengan Misi Bank)

c. SWOT ANALYSIS – GAP ANALYSIS

A. Analisis Peluang (Opportunity)

      1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi dan melahirkan peluang-peluang bisnis baru disektor riil yang membutuhkan dukungan pembiayaan dari perbankan.
      2. Mempelajari muatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tiap- tiap Kabupaten, tiap-tiap Kota dan Provinsi dalam rangka identifikasi peluang kebutuhan pembiayaan sektor riil yang akan timbul sebagai dampak dari realisasi APBD tersebut (konstruksi, pertanian, pariwisata, pendidikan dan lain- lain).
      3. Identifikasi kebutuhan pembiayaan atas izin-izin usaha baru yang diberikan oleh PEMDA.

B. Analisa Kekuatan(Strength)

1. Salah satu kekuatan (strength) Bank dibandingkan dengan pesaing dalam kaitannya dengan mendapatkan informasi peluang bisnis pembiayaan sektor riil adalah bahwa pemegang saham Bank adalah PEMDA. Hal ini berarti bahwa Bank adalah bank pertama yang mendapatkan informasi tentang APBD yang memuat peluang bisnis atau pembiayaan di sektorriil.

C. Analisa Kelemahan /Weakness

1. Identifikasi dan klasifikasi nasabah (konsumen):

  • Klasifikasi konsumen sesuai dengan kebutuhan pembiayaan yang muncul dari APBD.
  • Klasifikasi konsumen sesuai dengan kebutuhan pembiayaan atau jasa layanan perbankan pada umumnya.

2. Identifikasi produk-produk dan aktivitas bank termasuk pengembangannya yang sesuai dengan klasifikasinasabah.

3. Melakukan analisa kelemahan (weakness) bank dibandingkan dengan bank-bank pesaing dari segi:

  1. Jenis-jenisproduk
  2. Dukunganteknologi
  3. Kualitas Sumber DayaManusia
  4. Jangkauan pelayanan jaringan kantor maupun Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (BranchlessBanking).

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Dalam rangka mewujudkan corporate plan menuju transformasi BPD, salah satu langkah penting yang harus dilakukan adalah riset pengembangan produk yang terkait dengan kebutuhan pasar sesuai dengan APBD maupun perizinan yang diterbitkan oleh Pemda serta riset klasifikasi konsumen serta kebutuhan produk-produk Bank yang sesuai dengan masing-masing daerah Kabupaten, Kota, dan Provinsi.

Berikut sebagian materi yang dapat diunduh : MARKET RESEARCH

Berikut sebagian dokumentasinya

foto bersama peserta training

foto training 4

foto training 5

foto-1

list 2

The International Training Program on Credit Quality Management

Bandung, 30-31 August 2017

Participant : Credit Manager of The Bank of Ceylon , Srilanka

Credit Quality Management is core process for commercial banks. Therefore, the ability to manage its process is essential for the success of bank’s businesses. Credit Quality Management goes beyond the ordinary dimension of loan administration. It involves the anticipation of problem loans. This demand an ability to perceive the early warning signals, which necessitates a control of both the quantitative and qualitative aspects of credit evaluation. Effective credit management separates loan review from credit analysis. The review process can be divided into two functions- monitoring the performance of existing loan and handling problem loans. The obvious and more serious banking problems arises due poor portfolio risk management, or a lack of attention to change in economic or

circumstance. Therefore, the banking industry has been focusing more attention than ever on credit quality management.

Based on the aforementioned background, the APRACA Consultancy Services (ACS) intend to organize the International Training Program on Credit Quality management to enhance the

capacity of APRACA members.

After the training the participants are expected to:

 Understand on the fundamental of credit risk management;

 Understand on business risk;

 Gain practical experiences of micro, small and medium loan evaluation effectively;

 Excellent opportunity to conduct loan discipline effectively;

 Know how to monitor and manage loan portfolio effectively;

 Identify and solve loan problem on time;

Materi yang dapat diunduh
1. Daftar hadir peserta
2. Sertfikat peserta
3. SSA Mr. Bagyo – CQM 2017

Berikut dokumentasinya

dok muka judul

foto bersama

materi training

narasumber memberikan materi

narsum