Yahoo finance API is not available right now, please try again soon...

Bimtek Pengawasan Koperasi Simpan Pinjam



Memahami tentang praktek keuangan mikro syariah bagi masyarakat awam bukanlah sesuatu yang mudah, selain harus memahami tentang prinsip-prinsip keuangan mikro mereka juga harus mempelajari tentang keuangan syariah. Namun dengan diketemukannya instrumen kepatuhan akan memudahkan kepada setiap orang untuk dapat mendeteksi suatu lembaga keuangan yang menamakan dirinya keuangan mikro syariah.

Instrumen ini disusun berdasarkan hasil kajian disertasi yang disusun oleh Ahmad Subagyo dalam meraih gelor doktoralnya di Program studi Pengkajian Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2011.

Kajian yang menggunakan pendekatan kualitatif tersebut, kemudian dilanjutkan dengan analisis kuantitatif setelah prinsip-prinsip kepatuhan diketemukan. Prinsip-prinsip kepatuhan yang dijadikan variabel endogen dan dikorelasikan dengan performa kinerja lembaga dan di-analisis dengan menggunakan metode Structural Equation Model (SEM), diperoleh empat variabel yang secara signifikan mempengaruhi kinerja lembaga keuangan yang di-teliti.

Variabel kepatuhan terhadap prinsip-prinsip keuangan mikro yaitu:

  1. Variabel Sasaran Produk Keuangan
  2. Variabel bentuk jaminan pembiayaan/pinjaman

Variabel kepatuhan terhadap prinsip—prinsip keuangan syariah, yaitu

  1. Variabel Tujuan Layanan keuangan
  2. Variabel Bentuk perjanjian/perikatan (akad)

Untuk menggunakan instrumen analisis kepatuhan ini, diperlukan beberapa kertas kerja, yaitu:

  1. Kuisioner yang perlu diisi oleh sekurang-kurangnya 6 (enam) orang yang terdiri dari:
  • Pendapat dari Pimpinan Lembaga (Ketua pengurus/Direktur/Pengawas) = 1 (satu) orang
  • Pendapat dari Staf pembiayaan (Account Officer/admin/analis) = 1 (satu) orang
  • Pendapat dari Dewan Pengawas Syariah = 1 (satu) orang
  • Pendapat dari anggota/debitur yang dilayani = 3 (tiga) orang

Sehingga total responden-nya adalah sebanyak 6 (enam) responden.

  1. Lembar Kerja

Lembar kerja ini dipergunakan untuk menghitung nilai dari kuisioner pada masing-masing jawaban dalam kuisioner.

Hasil akhir dari perhitungan penilaian portofolio akan menempatkan posisi LKMS pada kuadran I, Kuadran II, Kuadran III, atau Kuadran IV.

Kuadran I artinya LKMS pada prakteknya tidak mematuhi prinsip-prinsip keuangan syariah, namun menjalankan prinsip-prinsip keuangan mikro;

Kuadran II artinya LKMS pada prakteknya tidak mematuhi prinsip-prinsip keuangan mikro dan keuangan syariah, ia beroperasi seperti halnya lembaga keuangan konvensional formal.

Kuadran III artinya LKMS berpraktek dengan memenuhi kepatuhan keuangan mikro dan syariah.

Kuadran IV artinya LKMS berpraktek seperti Lembaga Amal yang memberikan dana hibah kepada sasarannya tanpa imbalan dan tanpa kewajiban untuk mengembalikannya.

Berikut materi yang Anda bisa upload

1. KASUS LK1-analisis kepatuhan terhadap syariah
2. KASUS LK2-analisis kepatuhan terhadap syariah
3. KASUS LK3-analisis kepatuhan terhadap syariah
4. KASUS LK4-analisis kepatuhan terhadap syariah
5. Kuisioner Kepatuhan syariah
6. LEMBAR KERJA Kepatuhan

Berikut sebagian dokumentasinya

narasumber

narasumber

narasumber

suasana workshop

narsum-bimtek-bersama-peserta-di-aceh

narsum-di-aceh

narsum

Speak Your Mind

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.